Melihat program calon pemimpin Jatim untuk kaum milenial

Selasa, 20 Maret 2018 | 08:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menyiapkan program Superstar (Sentra Pemberdayaan UMKM dan Pemberdayaan Startup) untuk kaum milenial Jatim. Program itu diyakini bisa mengerek daya saing milenial Jatim.

”Kelompok milenial menjadi salah satu fokus kami. Mereka adalah pendorong kemajuan Jawa Timur dengan sifatnya yang dinamis, berpikiran terbuka, dan mengutamakan kolaborasi ketimbang kompetisi,” ujar Puti yang berpasangan dengan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Puti merinci, ada sejumlah janji kerja dalam program Superstar. Di antaranya memfasilitasi terciptanya bisnis-bisnis rintisan (startup) unggulan. Telah disiapkan program pemberdayaan startup, termasuk dalam hal ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita siapkan mentoring-mentoring secara merata ke seluruh Jatim. Jadi biar ada pemerataan, tidak hanya milenial kota besar saja yang paham beragam peluang bisnis yang bisa digarap mereka. Misalnya milenial di perdesaan, kita fasilitasi bikin agribusiness startup yang bisa mengantarkan produk desanya ke pasar ekspor. Kita libatkan para ahli dan pemain yang sudah berskala global untuk menguatkan startup Jatim,” ujarnya.

Puti menambahkan pentingnya penguatan SDM untuk meningkatkan daya saing startup. Untuk itu, dia menyiapkan program beasiswa di mana anak-anak muda Jatim bakal dikirimkan ke pusat perfilman dunia, permusikan, teknologi informasi, seni pertunjukan, dan sejenisnya.

”Kami antarkan anak-anak muda Jatim belajar banyak hal. Ada beasiswa ke Sillicon Valley untuk belajar IT, kita juga fasilitasi ke Hollywood untuk tahu banyak soal film, beasiswa ke ISI untuk gali seni tradisi, dan sebagainya,” papar Puti yang dikenal lihai bermain piano dan melukis.

Puti juga menyebut pembiayaan sebagai faktor penting dalam skema penguatan startup yang digerakkan generasi milenial. Oleh karena itu, Puti menyiapkan jaminan akses perbankan yang mudah bagi startup dan wirausahawan muda secara umum.

“Dan tidak hanya akses yang mudah, tapi juga pembiayaan yang murah. Pemprov Jatim nantinya berkolaborasi dengan perbankan, bikin program pembiayaan dengan skema paling murah dibanding yang sudah ada,” papar Puti yang juga dosen tamu Kokushikan University, Jepang.

Puti optimistis, generasi milenial bisa ikut terlibat dalam gerakan besar memakmurkan Jatim dengan membikin banyak bisnis rintisan unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi warga.

“Jadi teman-teman milenial tidak usah galau. Kita bikin gebrakan dan kerja bareng untuk Jatim. Bahkan, bukan tidak mungkin di Jatim bakal lahir startup berstatus unicorn dengan nilai USD 1 miliar di masa mendatang,” pungkas Puti. kbc10

Bagikan artikel ini: