BI sebut ada 991 nasabah Bank Mandiri terkena skimming

Rabu, 21 Maret 2018 | 20:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur meminta industri perbankan mengecek ulang sistem dan data nasabah agar tidak mudah bocor. Hal ini dilakukan menyusul adanya sejumlah kejahatan skimming di BRI Kediri dan Bank Mandiri Graha Pena, Surabaya.

Kepala BI Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan bank sentral telah menerima laporan kasus skimming yang menimpa nasabah Bank Mandiri cabang Graha Pena, Surabaya, dan meminta bank mengganti uang nasabah yang hilang.

"Ada sekitar 991 nasabah yang kena skimming. Saya tidak tahu persisnya berapa nilainya, tapi itu sudah diganti oleh Bank Mandiri. Sebagian data nasabah yang bocor sudah langsung diblokir oleh bank," katanya, Rabu (21/3/2018).

Difi mengatakan, perbankan harus berhati-hati terhadap kecanggihan teknologi yang bisa dimanfaatkan oknum untuk kejahatan. Selain itu, BI meminta nasabah menggunakan mobile banking untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi.

Lebih jauh, Difi menyebutkan, meski penggunaan mobile banking akan lebih aman dan nyaman, nasabah tetap harus awas diri. "Selain itu, nasabah juga harus menjaga kerahasiaan datanya, sering mengganti PIN (personal identification number), dan selalu mengecek kondisi mesin ATM (anjungan tunai mandiri) sebelum memasukkan kartunya," tuturnya.

Sebelumnya, ratusan nasabah mendatangi Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Graha Pena, Surabaya, Jawa Timur, untuk melaporkan adanya pemotongan saldo yang tidak dilakukan nasabah.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus duit raib mendadak milik nasabah Bank Mandiri KCP Graha Pena. "Sedang kami selidiki apakah ini karena kejahatan skimming juga atau tidak," ucapnya.

Namun, bila hilangnya uang nasabah Bank Mandiri terbukti karena praktik skimming, menurut Rohan, pihaknya siap mengganti. "Jika terbukti karena skimming, kami akan ganti uang nasabah yang raib," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: