BRI Agro salurkan KUR ke petani KTM senilai Rp75 miliar

Kamis, 22 Maret 2018 | 09:06 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dengan PT Kebun Tebu Mas (KTM) dalam rangka penyaluran KUR sebesar Rp 75 miliar kepada 750 petani tebu dengan besar pinjaman sampai dengan Rp 100 juta per petani. Luas area yang dibiayai meliputi hampir 3000 hektar kebun tebu rakyat binaan KTM.

Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto mengatakan, PKS dengan KTM ini menekankan komitmen dari Perseroan untuk mendukung sektor pertanian / perkebunan di Indonesia.

"Hari ini telah ditandatangani PKS dengan PT KTM guna menyalurkan KUR untuk petani tebu binaan PT KTM. Dengan asumsi tiap petani mendapat plafond 100 juta, maka jumlah petani yang mendapatkan KUR sebanyak 750 orang dengan rate 7%/tahun," kata Agus Noorsanto di Surabaya, Rabu (21/3/2018).  

Pada tahun 2018, lanjut Agus, Perseroan mendapatkan plafon untuk menyalurkan KUR sebesar Rp 143 miliar, dimana pada posisi Februari 2018 telah menyalurkan Rp 7,7 miliar kepada 54 debitur dengan NPL sebesar 0%.

Dalam rangka penyaluran KUR yang sehat dan sesuai dengan ketentuan prudential banking, BRI Agro menggandeng mitra usaha yang bertindak sebagai offtaker dalam penyaluran KUR.

Kinerja Perseroan dalam kurun waktu Lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Terbukti total laba Perseroan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 27,94%. Demikian pula dengan pertumbuhan aset, Dana maupun pinjaman meningkat rata - rata sebesar 33,6%, 31,27%, dan 31,77% jauh diatas rata - rata pertumbuhan industrial perbankan nasional. Disamping itu total ekuitas Perseroan juga meningkat signifikan 60,7% dalam 5 tahun terakhir.

Saat ini bank yang fokus pada sektor pertanian dalam mendukung perkembangan agribisnis di Indonesia ini telah memperoleh hasil pemeringkat efek dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan rating idAA (Stable Outlook).

BRI Agro sebagai bank eks pelaksana penyalur Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang merupakan kredit program dari pemerintah, mendapatkan rekomendasi dari OJK untuk dapat menyalurkan KUR ke sektor 1 (usaha pertanian ) dan sektor 2 (usaha kelautan dan perikanan) dengan plafond di atas 25 juta rupiah sampai dengan maksimal 500 juta rupiah per debitur. kbc7

Bagikan artikel ini: