Panen bawang putih di Banyuwangi, Menteri Amran: Kualitasnya lebih oke dibanding impor

Kamis, 22 Maret 2018 | 19:42 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen perdana bawang putih di Banyuwangi, Kamis (22/3/2018). Amran optimistis Banyuwangi bisa menjadi daerah pemasok bawang putih andalan di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Ini mantap, baru tanam langsung menunjukkan hasil yang luar biasa. Kita berharap lahan bawang putih di Banyuwangi bisa meningkat jadi ribuan hektar untuk mendukung swasembada pertanian seperti instruksi Presiden Jokowi,” ujar Amran saat memanen bawang putih bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Banyuwangi mulai mengembangkan lahan bawang putih seluas 116 hektar di Desa Tamansari pada November 2017 bermitra dengan swasta, dan bakal ditingkatkan menjadi 145 hektar. Produktivitasnya tinggi, mencapai 15 ton per hektar. Setahun menghasilkan 4.000 ton bawang putih basah.

Amran memuji kulitas bawang Banyuwangi. Satu siung bawang putih sama dengan lima siung bawang putih impor. “Bawang putih Banyuwangi ini lebih oke dibanding yang impor. Bawang putih ini rasanya lebih tajam, bahkan pihak China saja tertarik untuk membuatnya jadi minyak bawang putih karena kualitasnya yang bagus,” katanya.

Jenis bawang yang ditanam merupakan lumbu hijau dan lumbu kuning dengan kualitas lebih baik daripada impor. Meskipun ukurannya lebih kecil, rasanya lebih tajam.

Melihat panen di Banyuwangi, Amran optimistis Indonesia bisa mewujudkan swasembada bawang putih. Mengingat untuk mencukupi kebutuhan nasional, Ihanya membutuhkan lahan 60.000 hektar saja.

“Ini masalah kemauan saja. Butuh lahannya sedikit. Saya minta Pak Azwar Anas (bupati Banyuwangi) membantu mengembangkan lahan bawang putih, apalagi agro climate-nya sangat cocok,” cetusnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas siap mendukung program pencapaian swasembada bawang putih. Dia menjelaskan, lahan bawang putih di Banyuwangi merupakan lahan hak guna usaha (HGU) yang terlantar enam tahun. Penanaman bawang putih di lahan tersebut merupakan cara efektif untuk mendukung swasembada bawang putih.

“Cara ini bisa menjadi contoh pemanfaatan lahan HGU idle menjadi produktif. Saya sampaikan juga ke Pak Menteri Pertanian, tinggal cek HGU yang yak produktif di semua daerah, digerakkan tanam komoditas yang kejar target swasembada. Pemerintah bersama pengusaha bisa berkolaborasi,” ujarnya.

“Selama sesuai pemanfaatan ruang, kami mendukung. Seperti di desa ini, bawang putih menggeliatkan ekonomi, tapi tegakan pohon di mayoritas lahan miring harus dijaga agar tidak timbul masalah,” imbuh Anas.

Banyuwangi juga mendapatkan manfaat dari pertanian bawang putih. Salah satunya penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1.000 orang. “Sangat padat karya sesuai kebijakan Presiden Jokowi,” pungkas Anas. kbc5

Bagikan artikel ini: