Perang Dagang AS-China, Menko Darmin : Kenapa Jadi Pusing?

Jum'at, 23 Maret 2018 | 19:45 WIB ET
Darmin Nasution
Darmin Nasution

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani memorandum penerapan tarif imor tinggi, yakni US$50 miliar, terhadap

setiap produk asal Tiongkok. Memorandum itu berlaku efektif 60 hari sejak ditandatangani pada Kamis (22/3/2018), atau setelah daftar produk Tiongkok dipublikasikan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Darmin Nasution berpendapat Indonsia tidak perlu mengkhawatirkan ”perang dagang” antara dua negara raksasa ekspor tersebut.

“Kenapa jadi pusing? Biar saja mereka perang dagang. Itu adalah kelanjutan kebijakan yang lalu ya. Jadi imbasnya kepada Indonesia tidak selalu negatif,» kata Darmin di Jakarta, Jumat

(23/3/2018).

Menurut Darmin setiap kebijakan pasti memiliki dampak negatif dan positif. Bagi Indonesia, dampak positifnya adalah bisa memeroleh barang berharga murah dari Tiongkok.Itu kalau Tiongkok memilih mengalihkan konsentrasi ekspansi pasar produk-produknya dari AS ke

Indonesia.

“Negatifnya, pengusaha Indonesia akan mendapat banyak saingan, kalau barang dari Tiongkok masuk ke dalam negeri. Tentu saja hal ini akan menyusahkan dunia industri. Tapi pada dasarnya, jangan terburu-buru melihat dampaknya ke Indonesia dulu. Tiongkok dan AS saja dulu diperhatikan, bagaimana dampaknya. Kalau ke Indonesia pasti ada imbasnya," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: