Tak ingin kuliner nusantara hilang, Chef se Indonesia gelar pameran bertaraf internasional

Senin, 26 Maret 2018 | 20:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bisnis kuliner telah menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan bagi seorang chef atau juru masak. Namun dewasa ini, ada banyak chef yang kemudian lupa akan jati diri keIndonesiaannya. Mereka lebih bangga menyajikan menu masakan khas Eropa dan Italia dibanding menu masakan nusantara.

“Mereka sangat bangga ketika mendapatkan penghargaan sebagai chef profesional masakan Eropa dan Italia dibanding chef profesional masakan nusantara. Padahal kita memiliki jenis kuliner yang sangat beragam yang tidak kalah dengan kuliner Eropa dan Italia,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI), Bambang Nurianto di Surabaya, Senin (26/3/2018).

Untuk itulah, PCPI menggelar pameran kuliner  yang bertujuan mengangkat kekayaan kuliner nusantara. Dalam pameran yang bakal digelar awal Mei 2018 tersebut akan diikuti oleh seluruh Dewan perwakilan Daerah (DPD) PCPI dari seluruh Indonesia. Beberapa kegiatan yang digelar diantaranya adalah cooking demo dan online cooking competition. Selain itu, juga ada displai berbagia produk dalam negeri, seperti 40 jenis beras dan berbagai jenis tepung dari seluruh nusantara.

Selain untuk mengangkat kuliner nusantara ke pasar global, pameran tersebut juga untuk memperkenalkan seluk beluk profesi chef sehingga akan menginspirasi generasi muda untuk terjun dalam profesi ini serta untuk meningkatkan kapasitas keilmuan mereka. “Tujuan akhirnya adalah untuk membuat ekosistem terpadu antara industri kuliner dan profesi chef,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekjen PCPI, Hendro Utomo mengatakan bahwa menggejalanya kuliner Eropa dan Italia di Indonesia tidak hanya akan mematikan kuliner nusantara tetapi juga akan meningkatkan nilai impor bahan baku masakan dari luar negeri.

“Ini adalah penjajahan gaya baru. Mereka, orang-orang luar mendoktrin satu system dimana menu masakan yang bertaraf internasional adalah menu makanan atau kuliner yang berasal dari Eropa  dan Italia. Selanjutnya, para chef akan mencari dan mengimpor bahan baku yang dibutuhkan untuk memasaknya,” kata Hendro Utomo.

Sehingga nilai impor bahan baku masakan yang diimpor semakin meningkat seiring dengan kian banyaknya jenis makanan Eropa dan Italia yang disajikan. “Untuk itu, akhir-akhir ini kami telah berupaya mengimbangi dengan mengenalkan berbagai menu kuliner nusantara di pasar global. Sejalan dengan langkah tersebut, kami juga akan melakukan sertifikasi produk kuliner khas Indonesia,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: