141 Aturan dihapus, Mentan klaim mampu genjot investasi hingga Rp46 triliun

Selasa, 27 Maret 2018 | 08:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengkaim langkah institusinya melakukan 141 deregulasi atas  141 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang menghambat investasi dan ekspor pada sektor pertanian telah memacu nilai investasi hingga Rp  46 triliun atau dua kali  lipatnya dibandingkan empat tahun lalu.

"Kami deregulasi itu 141, tambah lagi mungkin akhir ini 50 peraturan berarti ada 191 aturan yang menghambat investasi dan ekspor dicabut. Bisa dilihat dari hasilnya di 2013 ekspor dan investasi kalau tidak salah Rp23 triliun, sekarang 2014 sampai hari ini naik dua kali lipat bisa Rp46 triliun per tahun," ujar Amran usai pelantikan pejabat esselon satu di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurut Amran langkahnya ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka ekspor dan investasi harus ditingkatkan."Kami juga minta kepada calon investor sampaikan apa yang menghambat. Seperti peternak ayam ras, berterima kasih dengan regulasi apa keinginan mereka kami buat, dan sekarang mereka ekspor naik 1000 persen, tinggi sekali," ujar Amran.

Amran berharap nilai ekspor dan investasi ke depan semakin meningkat. Sebab, baru tahun ini juga daging ayam olahan sudah ekspor ke Jepang, kemudian jumlah ekspor Jagung dari NTB, Sulawesi Selatan dan Gorontalo terus meningkat.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mencatat realisasi nilai ekspor dan investasi di 2017 mencapai Rp46 triliun. Pada 2018, ditargetkan ekspor dan investasi mencapai Rp 50 triliun."Sekarang kan nilainya Rp 46-50 triliun per tahun. Naik terus, di tahun ke empat Rp 200 triliun, semua dari pertanian," tuturnya.

Sebelumya, Mentan Amran melantik tiga pejabat eselon satu. Sekretaris Jenderal yang sebelumnya dijabat Hari Priyono dan Staf Ahli Kementerian Pertanian bidang Investasi Pertanian yang dijabat Syukur Iwantoro bertukar posisi.

Sedangkan satu eselon satu lainnya yang dilantik adalah Direktur Jenderal Hortikultura yang diisi Suwandi. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Pusat dan Data Informasi Pertanian.“Saya berharap, dengan dilantiknya tiga nama tersebut ekspor bisa meningkat, harga stabil dan investasi meningkat,” kata Amran.

Eselon I yang baru dilantik sangat berpengaruh untuk meningkatkan kinerja Kementan. Bahkan posisi Sekjen sangat strategis. Karena itu sebagai Sekjen, Amran berharap, Syukur Iwantoro dapat mengendalikan Kementan secara terarah dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia, Kedaulatan dan Ketahanan Pangan Nasional.

“Khususnya nanti dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Meski tahun lalu harga stabil dan terbaik dalam 10 tahun terakhir, tahun ini harus lebih baik,” ujar Amran seraya menambahkan harga tujuh komoditas utama harus dapat bisa diamankan.

Untuk Dirjen Hortikultura, Amran juga meminta untuk menjaga pasokan komoditas utama hortikulura (aneka cabai dan bawang merah) dan penguatan pengembangan kawasan bawang putih. “Ini juga harus dijaga, apalagi untuk komoditas yang selalu mengalami lonjakan harga. Bagi bawang putih, diharapkan impor dapat dikendalikan,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: