Kementan siapkan skema khusus jaga stabilisasi harga pangan

Rabu, 28 Maret 2018 | 19:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan skema khusus untuk menjaga stabilisasi harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Dalam pelaksanaanya, pemerintah menggandeng asosiasi komoditas pangan strategis.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman  menuturkan, kata kunci stabilitas pangan adalah memotong supply chain (rantai pasok) yang terlalu panjang selama ini. Jika selama ini tahapannya dari kelompok tani (gapoktan) hingga ke konsumen mencapai 8-9 tahapan. “Kita akan memotong dari petani langsung ke PD Pasar Jaya dan seterusnya langsung ke konsumen," ungkap Amran usai pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (28/3/2018).

Jika perhitungannya keuntungan sekitar 10% tiap rantai distribusi, maka bisa dibayangkan dengan 10 rantai distribusi, harga di konsumen bisa melonjak sampai 100%. Contohnya, bawang merah yang memiliki disparitas mencapai 300%. Terlihat  dari harga di petani Rp 10.000, tapi harga di konsumen mencapai Rp 30.000-40.000/kg.

“Ini kita potong, kita siapkan daerah produsen bawang merah, lalu didistribusikan langsung ke PD Pasar Jaya dan Foodstation. Disini kita langsung potong, itulah operasionalnya,” tutur Amran.

Untuk menjaga stabilisasi harga pangan, pada pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan asosiasi beberapa komoditas. Upaya operasionalnya mulai Maret, sehingga ada kesempatan lebih awal untuk menjaga stabilisasi harga.

“Kita sudah MoU dengan Pemprov dan asosiasi mulai bawang merah, bawang putih, cabai, daging, beras, gula, minyak goreng, telur dan ayam. Semua ini yang strategis dan biasa berfluktuasi, sehingga kita harapkan harga stabil di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri nanti.Kami senang kalau semua asosiasi, pelaku usaha sampai produsen sepakat dengan harga yang terjangkau di tingkat konsumen dan menguntungkan di tingkat produsen,” ujar dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menuturkan pihaknya tidak ingin memberikan celah sedikitpun untuk harga pangan bergejolak dan cenderung naik di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. "Karena itu, (bersama) Foodstation, PD Pasar Jaya dan Dharma Jaya, kita all out  untuk man to man marking. Pastikan komoditas-komoditas ini terjaga. Pasokan cukup, rantai distribusinya sederhana, terbuka dan berkeadilan,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: