Sepanjang 2017, laba bersih PLN terkikis kenaikan harga batu bara

Rabu, 28 Maret 2018 | 20:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) mencatat laba bersih sepanjang 2017 mencapai Rp 4,42 triliun atau lebih rendah Rp 3,73 triliun dibandingkan laba pada 2016 yang sebesar Rp 8,15 triliun. Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan biaya energi primer, yaitu harga batu bara.

"Harga batu bara mengalami kenaikan yang signifikan pada akhir 2016, padahal 58 persen produksi listrik PLN berasal dari energi primer batu bara. Pada 2017, biaya pokok produksi PLN naik Rp 16,46 triliun akibat kenaikan harga batu bara yang menyesuaikan dengan harga HBA pasar," ujar Direktur Keuangan PT PLN (Persero) Sarwono di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Namun, pendapatan usaha PLN pada 2017 mengalami kenaikan 14,6 persen menjadi Rp 225,29 triliun. Pendapatan tersebut meningkat seiring dengan adanya pertumbuhan penjualan sebesar 7,1 TWh selama 2017, dibandingkan 2016.

"Seiring dengan pertumbuhan produksi listrik tersebut, beban usaha perusahaan di 2017 naik sebesar Rp 21,02 triliun atau 8,3 persen menjadi Rp 275,47 triliun," kata dia.

Sementara itu, aset PLN selama 2017 meningkat menjadi Rp 1.335 triliun atau meningkat 250 persen dari 2014. Peningkatan yang signifikan tersebut dilakukan setelah adanya revaluasi aset di 2015 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pendanaan PLN.

Selain itu, dalam kurun waktu 2015-2017, secara kumulatif penambahan pinjaman PLN sebesar Rp 83,6 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan tambahan penyerapan investasi sebesar Rp 190,7 triliun.

"Selama tiga tahun terakhir yaitu 2015-2017, PLN berhasil memberikan kontribusi fiskal kepada negara sebesar Rp 239,5 triliun yang terdiri dari peningkatan pajak dan deviden sebesar Rp 96 triliun dan penghematan subsidi sebesar Rp 143,5 triliun," tandas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: