Ada 50 juta pengguna Instagram di Indonesia, ini peluang yang digarap pebisnis wisata

Jum'at, 06 April 2018 | 08:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Destinasi wisata kini terus mengalami perkembangan. Kini, tempat yang dianggap menarik dan unik kerap kali menjadi sasaran para pengguna instagram (IGers) baik pribadi maupun pebisnis untuk berswafoto guna memperoleh hasil foto yang menarik. Salah satunya di tempat wisata.

Menurut survei Wearesocial.net dan Hootsuit per Januari 2018, ada lebih dari 50 juta pengguna instagram aktif di indonesia. Tingginya jumlah pengguna Igers inilah yang membuat para pebisnis wisata mengembangkan lokasi wisata yang Instagramable.

"Melihat animo masyarakat yang sangat luar biasa, kami sangat optimistis bisnis ini akan berkembang dengan pesat” terang Itha Tantiana, Marketing Communication The Lodge Maribaya Lembang, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, bisnis wisata Instagramable ini sangat menjanjikan jika pelaku bisnis wisata instagramable terus melakukan inovasi yang baru demi memenuhi kebutuhan pengunjung. Bila ini dilakukan oleh para pebisnis wisata, maka bakal menjaring pengunjung.

Adapun saat ini, rata-rata jumlah pengunjung di The Lodge adalah antara 5.000 sampai 7.000 pengunjung untuk hari biasa. Sedangkan di akhir  pekan bisa mencapai 15.000 pengunjung.

Selain Bandung, tempat wisata sejenis juga ada di kota lain. Seperti Yogyakarta. Semisal obyek wisata Puncak Becici. Sejatinya, tempat wisata ini serupa dengan The Lodge yang mengandalkan pemandangan alam pegunungan.

"Puncak Becici menawarkan keindahan panorama, pengunjung bisa melihat deretan pohon-pohon yang tumbuh dengan rapat, keindahan pegunungan yang menjulang tinggi, hutan pinus yang menjadikan suasan lebih romantis, serta negeri di atas awan,” kata Sugandi Ketua Pengelola Puncak Becici.

Alhasil, dalam sehari, pengunjung tempat wisata tersebut bisa mencapai 1.000 pengunjung. Sedangkan dalam sebulan bisa mencapai 40.000 pengunjung.

Selain menyajikan tempat foto yang menarik, Puncak Becici juga menyediakan fasilitas keamanan. Yakni ada asuransi bagi para pengunjung. Menurutnya, faktor keamanan juga menjadi salah satu keharusan yang mesti disediakan pelaku bisnis wisata. kbc10

Bagikan artikel ini: