HIPMI Jatim pacu program Pesantrenpreneur, ini latar belakangnya

Kamis, 12 April 2018 | 16:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur getol memberdayakan ekonomi pesantren lewat program Pesantrenpreneur. Program ini mendapat dukungan penuh Kementerian Perdagangan. Sepuluh pesantren di Jatim bakal menjadi percontohan dengan didirikannya gerai ritel Ummat Mart di masing-masing pesantren tersebut.

Mengapa program Pesantrenpreneur digeber?

Ketua HIPMI Jawa Timur Mufti Anam mengatakan, pesantren adalah institusi yang punya rekam jejak panjang dalam mendidik umat.

"Dengan jumlah lebih dari 30.000 pesantren dan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus di seluruh Indonesia, pesantren adalah entitas kuat yang tak hanya bisa menjadi pilar pendidikan umat, tapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi umat," ujar Mufti Anam yang pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Mufti Anam menambahkan, program Pesantrenpreneur ini memiliki sejumlah tujuan. Pertama, membangkitkan ekonomi kaum muda hingga ke pelosok desa sebagai basis pesantren.

”Sehingga pergerakan ekonomi kaum muda lebih merata, tidak hanya di kota-kota besar saja yang marak dengan bisnis rintisan atau startup. Dari pesantrenpreneur, bukan tidak mungkin muncul startup di desa yang bisa mengekspor produk unggulannya,” paparnya.

Kedua, memperkuat semangat kemandirian ekonomi umat. Semangat kewirausahaan ini harus menjadi wacana dominandalam perbincangan generasi muda di berbagai saluran, termasuk media sosial.

”Sehingga ke depan wacana keislaman mengarah ke penguatan ekonomi umat, tidak hanya berkutat pada perdebatan relasi agama dan negara yang banyak berujung pada maraknya provokasi isu SARA di media sosial akhir-akhir ini,” jelas Mufti Anam. kbc4

Bagikan artikel ini: