Delapan IKM fashion diajak jajaki pasar Jepang

Senin, 16 April 2018 | 06:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membawa produk industri kecil dan menengah (IKM) dalam pameran berskala global. Sebanyak delapan IKM fashion nasional difasilitasi untuk ikut serta dalam ajang pameran yang bertajuk Indonesia Kain Party 2018 di Museum Aksesori Meguro dan Flagship Store Tokyo, Jepang, April-Juli 2018.

“Kegiatan ini menjadi salah satu momentum peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, yang terselenggara atas kerja sama kedua pemerintah, desainer, dan IKM dalam upaya untuk menampilkan produk-produk kain tradisional, pakaian adat, hingga produk fashion yang modern,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu (15/4).

Indonesia Kain Party mengusung tema fashion Indonesia dari yang tradisional hingga modern. Partisipasi di dalam pameran ini diharapkan dapat meningkatkan pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia di Jepang.

Dalam pameran Indonesai Kain Party 2018, Kemenperin memfasilitasi delapan IKM fashion nasional, yaitu Wignyo Rahadi, Batik Boroko, Batik Pohon, Zie Batik Semarang, Glam, Dyah Kuncoro Kumalasari, Syaifitri Gallery, dan Sofie Design.

Melalui potensi IKM fesyen nasional saat ini, Kemenperin optimistis sektor berbasis wastra ini semakin berperan penting dalam perekonomian nasional. Industri yang termasuk salah satu dari 16 kelompok industri kreatif ini, mampu berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 3,76 persen pada tahun 2017.

Pada periode tersebut juga, ekspor industri fashion mencapai US$ 13,29 miliar atau meningkat 8,7% dari tahun sebelumnya. “Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan menunjukkan, industri fesyen nasional memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional,” tegas Gati. kbc4

Bagikan artikel ini: