Waduh, gap produksi dan konsumsi minyak RI kian jumbo

Senin, 16 April 2018 | 15:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko‎ mengungkapkan telah terjadi perubahan terkait produksi dan konsumsi minyak mentah di Indonesia.

Apalagi produksi minyak mentah terus mengalami penurunan di sepanjang tahun ini. Di sisi lain konsumsinya terus mengalami peningkatan.

“Kita punya gap yang cukup besar jadi per Maret 2018 kita masih punya gap di mana produksi kita yang dulu pernah mencapai 1,7 juta barel per day kira-kira di tahun 1974 kemudian turun sekarang cuma sampai 800.000 barel. Kalau dari sisi konsumsi, konsumsi kita naik terus," kata Arief di Jakarta, Senin ( 16/4/2018).

Perbedaan antara produksi dan konsumsi minyak mentah mulai seimbang, terjadi di 2002. Pada saat itu, produksi ‎minyak mentah hanya dapat memenuhi konsumsi dalam negeri.

Hingga sekarang ini pun, dia mengaku cadangan minyak mentah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi. Akhirnya, kebutuhan minyak di Indonesia harus mengandalkan impor.

"Sekarang gapnya makin besar. Artinya di sini kurangnya crude yang akan kita proses jadi bahan bakar minyak, kita harus impor, karena impor, maka ini jadi beban bagi negara. Tidak hanya crude tapi barang jadi juga," terang dia.

Maka dari itu, lanjut Arief, upaya yang harus dijalankan dengan cara menambah kegiatan eksplorasi dalam negeri. Alhasil dapat mengerek cadangan minyak dalam negeri.

Pemerintah pun, ujarnya sedang‎ mendorong investasi pada sisi eksplorasi dengan berbagai bentuk insentif bagi investor. Tujuannya, agar bisa meningkatkan permintaan minyak dalam negeri tersebut.

"Posisi saat ini, ada 128 cekungan yang berpotensial untuk di produksi minyak," tutup Arief. kbc11

Bagikan artikel ini: