Sukses kembangkan properti di Australia, ini kiat bos Crown

Senin, 16 April 2018 | 16:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Crown Group, perusahaan pengembang properti terkemuka Australia sukses mengembangkan sejumlah proyek di Sydney. Apa kiat Iwan Sunito selaku CEO sekaligus pendiri Crown Group bisa eksis bahkan mengalahkan pemain-pemain lokal di sana?

"Untuk mulai berinvestasi properti, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi, lokasi, lokasi," demikian Iwan membuka 'bocoran' tipsnya.

Dia beralasan, faktor lokasi menjadi yang utama selain reputasi pengembang dan desain bangunan adalah karena lokasi menjadi hal yang sangat menentukan dalam tinggi rendahnya keuntungan investasi kita di masa mendatang.

“Daerah yang akan dan sedang berkembang lebih menguntungkan karena harga beli atau investasi awal akan lebih rendah dibandingkan daerah yang sudah jadi atau etablished," jelasnya melalui siaran tertulisnya, Senin (16/4/2018).

Dipaparkannya, kawasan pinggiran akan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan kawasan CBD, karena peningkatan harga akan lebih terukur.

“Kemudian dekat dengan apa? Dan bagaimana dengan demografi, kondisi pasar, fasilitas umum, pertumbuhan harga, daya sewa di daerah tersebut?” kata Iwan.

Dia pun memberikan ilustrasi mengenai hal-hal tesebut dengan memberikan sebuah overview lokasi proyek di kawasan Eastlakes yang akan menjadi proyek selanjutnya dari Crown Group.

Sekadar diketahui, pada Mei 2018 mendatang, Crown Group akan meluncurkan produk mixed-use terbarunya yang bernilai AUS$ 1 milyar yang akan menampilkan lebih dari 500 unit apartemen dan pusat perbelanjaan baru; Eastlakes Live.

“Eastlakes terletak di kawasan suburb timur, sekitar 6 km dari CBD Sydney, Bandar udara domestik dan pantai Coogee," paparnya.

Menurutnya, meskipun terletak di daerah suburb, Eastlakes juga dekat dengan daerah-daerah popular di Sydney. Hanya 3 menit menuju Alexandria, 6 menit ke Surry Hills, 8 menit ke Redfern, pusat kota sekitar 10-11 menit, pantai Coogee 10 menit, pantai Maroubra 12 menit, La Paraouse 17 menit, Bandar udara domestik 6 menit dan Bandar udara internasional 11 menit”

Demografis Eastlakes juga sangat menarik, karena 46% dari total populasi terdiri dari usia produktif yaitu 20 hingga 34 tahun, sehingga tingkat populasi sewanya mencapai 47% atau lebih tinggi dibandingkan tingkat sewa rata-rata di Negara bagian NSW yang berkisar 28%.

“Hal ini dapat terlihat dari peningkatan biaya sewa di Eastlakes selama 5 tahun terakhir yang mencapai 21% atau rata-rata 4% per tahun dengan tingkat kekosongan sewa yang mencapai 1,5%," tandasnya.

Kondisi demografis tersebut juga memberi gambaran bahwa kebutuhan akan apartemen juga kuat di kawasan Eastlakes.

Sebagai tambahan informasi, kawasan sub-urb timur Sydney lebih diminati jika dibandingkan kawasan sub-urb barat, salah satunya karena dikelilingi oleh institusi-institusi pendidikan terkemuka di Sydney seperti UNSW, University of Sydney dan UTS.

“Bukan hanya universitas, namun sekolah menengah atas tekemuka juga terdapat di kawasan timur tersebut, sebut saja Sydney’s Boys High School dan Sydney’s Girls High School yang mmasing-masing menempati peringkat ke 4 dan 5 dari daftar sekolah terbaik di New South Wales," jelasnya.

Menurut data yang dikeluarkan realestate.com.au, harga rata-rata untuk rumah tapak di kawasan Eastlakes sudah mencapai kisaran AUS$ 1,700,000 sementara harga rata-rata unit apartmen di kisaran AUS$ 650,000.

Jika dibandingkan dengan harga 5 tahun lalu, telah terjadi peningkatan harga rata-rata rumah tapak sekitar 95,6% atau sama dengan 14,4% per tahunnya untuk unit apartemen.

Informasi terkait pengembangan hunian di Australia juga diungkapkan John McGrath, pendiri perusahaan konsultan real estat besar di Australia. McGrath, mengatakan bahwa Sydney sedang mengalami perubahan karakter pembangunan apartemen.

Menurut McGrath, untuk kali pertama dalam sejarah (sejak tahun 1984), lebih banyak apartemen baru selesai dibangun jika dibandingkan dengan jumlah rumah di Australia.

Menurut laporan Aktifitas Pembangunan dari Pusat Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa ada 28.102 rumah baru dan 28.527 unit apartemen dan townhouse yang baru selesai pada kuartal Desember 2016.

“Yang terpenting adalah para calon investor ini mau mencari informasi yang sebanyak-banyak perihal area yang ingin dijadikan investasi sebelum mereka menjatuhkan pilihan,” lanjut Iwan Sunito

Ditambahkannya, semakin banyak informasi yang didapat, semakin akurat pula kalkulasi untuk keputusan yang akan diambil.

“Dan terakhir, kapan waktu terbaik untuk berinvestasi? Jawabannya adalah sepuluh tahun yang lalu. Kemudian kapan kah waktu terbaik kedua untuk berinvestasi properti? Jawabannya adalah sekarang,” tutup Iwan Sunito. kbc7

Bagikan artikel ini: