Terinspirasi Banyuwangi, peternakan jadi motor penurunan angka kemiskinan

Senin, 16 April 2018 | 22:22 WIB ET
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman,
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman,

BOGOR, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terinsipirasi kesuksesan Kabupaten Banyuwangi mengurangi angka kemiskinan hingga satu digit dalam lima tahun.

Atas hal tersebut, Kementerian Pertanian melakukan terobosan penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan sektor pertanian. Amran menamakannya Pogram BEKERJA yakni Bekerja Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.

"Saya berpikir 16 juta jiwa petani miskin di pedesan dapat dientaskan melalui sub sektor peternakan," ujar Amran dalam Rakorteknas I UPSUS SIWAB 2018 di Bogor, Senin (16/4/2018).

Upaya penurunan angka kemiskinan dipedesaan bukan suatu hal yang tidak mungkin.Kabupaten Banyuwangi menjadi  contoh turunannya angka kemiskinan yang salah satu kontribusi terbesarnya berasal dari sektor pertanian.

"Dulu angka kemiskinan di Banyuwangi mencapai 39 persen, dan hari ini turin 8,6 persen.Luar biasa," ujar Amran.

Melalui program ini, sambung Amran, Kementan akan memfasilitasi bantuan berupa unggas atau ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) sebanyak 10 juta ekor.

Jumlah unggas ini akan diberikan kepada 4 juta kepala keluarga. Adapun setiap keluarga akan memperoleh gratis 50 ekor.Namun bantuan ternak juga dapat berupa kambing atau bebek.

Bukan hanya itu, Kementan juga membuatkan kandang dan pemberian pakan gratis selama enam bulan. Hitungan Mentan melalui cara ini petani akan memperoleh pendapatan Rp 2,2 juta, melewati batas kemiskinan sebesar Rp 1,5 juta.

"Pelaksanaan bedah kemiskinan ini akan saya mulai minggu depan pada 23 April 2018 di desa Cikencana Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan akan berlanjut di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung dan Sumatera Selatan," bebernya.

Mentan Andi mengatakan program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian tersebut dapat menjadi solusi permanen menyasar jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu juga menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten.

"Untuk jangka pendek, tanaman sayuran dan hortikultura bisa menjadi solusi karena tiga bulan sudah bisa panen," katanya.

Untuk jangka menengah, sambung Mentan pihaknya akan memberikan ayam dan kambing.Seperti sudah diuraikan. Mengingat waktu beternak kedua hewan ini cukup singkat. Ayam contohnya, sudah bisa bertelur dalam kurun waktu enam bulan.

Sementara untuk jangka panjang, didorong penanaman tanaman keras seperti mangga, salak dan lainnya.Dalam satu kawasan atau kluster sehingga mencapai skala ekonomi industri.kbc11

Bagikan artikel ini: