Bandara Kediri dicoret dari proyek strategis nasional

Selasa, 17 April 2018 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak usulan Bandara Kediri dimasukkan dalam daftar proyek strategi nasional (PSN).

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Komplek Istana. Menurutnya, hal itu telah diputuskan dalam rapat terbatas (ratas) evaluasi PSN di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Bandara Kediri bukan satu-satunya yang ditolak, melainkan ada enam proyek usulan di sektor perhubungan.

"Bandara Kediri, Bandara Sukabumi, pembangunan rel double track Sukabumi, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauhueni, dan Pelabuhan Ketapang," kata Budi.

Namun demikian, kata Budi, Presiden Jokowi memutuskan pula bagi proyek usulan tersebut tetap bisa setara dengan PSN melalui aturan baru.

"Jadi dari Bapak Presiden, apakah PP, apakah perpres, ada satu bentuk keputusan yang memberikan kesempatan cara pembebasan tanah menggunakan UU 2 bukan hanya PSN tapi juga strategis tapi nggak perlu dimasukkan ke PSN," ungkap Budi.

Beleid baru ini, lanjut Budi, juga akan memberikan fasilitas seperti pembebasan lahan sebagai awal percepatan pembangunan.

"Iya ada satu permen, PP, Perpres yang memudahkan pembebasan tanah dan standar dalam menyelesaikan kerohiman," kata Budi.

Sementara itu, Budi Karya juga menyebutkan salah satu proyek sektor perhubungan yang dikeluarkan dari daftar PSN salah satunya proyek pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur. Menurut Budi, alasannya karena tidak ada investor yang mengajukan minatnya.

"Untuk kendala banyak variannya, ada masalah tanah, masalah investor, bahkan macam-macam, ada yang tertentu berkaitan feasibilitas proyek, untuk Kaltim di take out (dikeluarkan), investornya nggak ada," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: