Kerugian materiil akibat ambruknya jembatan Widang ditaksir capai Rp40 miliar

Selasa, 17 April 2018 | 20:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaksir kerugian materiil akibat ambruknya jembatan Widang yang menghubungkan Tuban dan Lamongan di Jawa Timur mencapai Rp40 miliar. Angka ini diperoleh dari kajian awal di tengah upaya tim Kementerian PUPR yang melakukan investigasi.

"Kami memang masih menginvestigasi, tapi estimasinya bisa sampai Rp40 miliar," ujar Iwan Zarkasi, Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Selasa (16/4/2018).

Sejauh ini, dia bilang, laporan yang masuk ke Kementerian PUPR menyebut bahwa jembatan tersebut sudah tidak bisa menampung beban yang terlalu berat, meski dia tak menyebut beban maksimal yang bisa ditanggung jembatan tersebut.

"Tiap jembatan itu karakteristiknya beda-beda. Masalah overload ini baru indikasi, tentu perlu dilakukan investigasi lebih dalam," papar Iwan.

Ditambahkannya, kerusakan jembatan merupakan hal yang sangat tak terduga. Pasalnya, setiap tahun ada anggaran khusus bagi pemeliharaan jembatan.

Rencananya, Kementerian PUPR akan meninjau empat jembatan serupa yang memiliki usia bangunan dan karakteristik seperti jembatan Widang. Keempat jembatan itu diantaranya terdiri dari jembatan Cipunegara di Jawa Barat, jembatan Linsing dan jembatan Teluk Belibi di Sumatera Selatan.

"Karena ini usianya sudah cukup tua. Jembatan Widang saja sudah ada sejak dekade 1970-an, jadi sudah 30 tahun lebih. Jadi dalam pertemuan terbatas, kami putuskan untuk mencari langkah preventif untuk jembatan lainnya," pungkas Iwan.

Seperti diketahui, jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Babat-Widang, Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur ambrol pada Selasa (17/4/2018) pagi.

Akibat runtuhnya jembatan tersebut, setidaknya tiga truk yang tengah melintas pun ikut terperosok jatuh ke dalam sungai Bengawan Solo. kbc10

Bagikan artikel ini: