Pengembang REI jajaki investasi properti di Hanoi

Kamis, 19 April 2018 | 09:23 WIB ET
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata.
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan perusahaan Real Estate Indonesia (REI) tengah menjajaki kerjasama investasi properti di Hanoi, Vietnam. Hal itu, disampaikan saat Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengunjungi kota tersebut dalam rangka kepentingan International Real Estate Federation atau Federation Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI).

Soelaeman merupakan Presiden FIABCI Asia Pasifik berkunjung ke Hanoi dalam rangka pembentukan FIABCI Chapter Vietnam sehari bersama Farook Mahmood Presiden World FIABCI.

Keberangkatan Soelaeman didampingi Rusmin Lawin Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Hubungan Internasional dan Adri Istambul Lingga Gayo Wakil Ketua Umum DPP REI bidang Pertanahan. Mereka diterima Ibnu Hadi Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Vietnam di Kedutaan Besar Indonesia di Hanoi.

Dalam kesempatan tersebut Soelaeman Soemawinata menyampaikan perkembangan organisasi REI dan FIABCI Asia Pasifik, juga sekaligus menyampaikan keinginan anggota REI yang berencana melakukan investasi di Vietnam.

Kedutaan Besar Indonesia menyambut gembira atas rencana tersebut yang nantinya direncanakan diawali dengan pertemuan bisnis untuk melihat peluang dan tantangan bisnis properti di Vietnam.

“Saya akan gelar karpet merah untuk investor anggota REI," ujar Ibnu seperti dikutip dalam keterangan resmi, Senin (16/4/2018).

Ibnu menambahkan, pertumbuhan sektor properti di Vietnam cukup pesat, dan salah satu pionir pembangunan di sektor properti di Vietnam adalah pengusaha properti asal Indonesia yang juga pendiri REI yakni Ciputra. Pengembangan itu dimulai dari tahun 1994 dan tumbuh pesat dengan proyek kawasan Ciputra Hanoi Internasional City.

Dia menjelaskan, berinvestasi di Vietnam tidak bertele-tele. Cukup dengan dua syarat, yakni perizinan investment permitt dan business permitt, perizinan sudah bisa didapat. "Itu pun cukup di tingkat selevel gubernur, tidak perlu ke pemerintah pusat. Prosesnya juga dijamin tidak bertele-tele." jelasnya.

Soelaeman yang akrab dipanggil Eman menjelaskan bahwa sektor properti memberikan multiplier effect, di mana ada 174 bisnis ikutan di dalamnya sehingga membawa pengaruh besar terhadap perekonomian suatu negara. Dan sektor properti juga tidak sebatas membangun rumah tapi juga sebuah kawasan yang holistik, dan juga bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata.

Kehadiran Eman sebagai Presiden FIABCI Asia Pasifik dan Ketua Umum DPP REI disambut gembira dan bisa berlanjut, karena pemerintahan Vietnam sangat berharap adanya investor dari luar negeri tidak hanya sekadar berinvestasi tapi juga ada transfer knowledge kepada pengusaha properti lokal.

Kunjungan Presiden FIABCI Asia Pasifik diakhiri dengan kunjungan ke lokasi proyek Ciputra Hanoi Internasional City yang diterima langsung Suprobo Antoro selaku Direktur Ciputra di Hanoi Vietnam. kbc10

Bagikan artikel ini: