Akhir tahun, pasokan listrik bakal ketambahan 5.000 MW

Kamis, 19 April 2018 | 13:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan progres pasokan listrik akan bertambah sekitar 5.000 MW hingga akhir 2018, dan terus bertambah maksimal 6.000 MW setiap tahun. Progres ini bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 MegaWatt (MW).

Hal tersebut disampaikan Menteri Jonan saat kunjungan kerja ke PLN Area Pengatur Beban (APB) area Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2018)

"Sampai akhir tahun ini kira-kira sudah 4.000-5.000 MW yang sudah siap beroperasi. Kalau sampai 2019 mungkin 10.000 -12.000 MW sudah jalan. Ini terus akan bertambah 5.000 hingga 6.000 MW per tahun sampai 2024-2025," ujar Jonan dalam keterangan resmi Kamis (19/4/2018).

Untuk memperlancar distribusi listrik di Jateng, PLN juga berencana membangun 'interchange' di Ungaran dalam waktu dekat. "Interchange ini dibutuhkan, memang tidak bisa tidak. Artinya, harus ada supaya distribusi listrik untuk Jateng menjadi lebih baik. Tantangan paling tinggi yang dihadapi dalam pembangunannya adalah persoalan lahan," ungkapnya.

Terkait hal ini, Jonan meminta ada dialog yang baik antar pihak agar tidak ada yang saling dirugikan, khususnya dengan pemilik lahan yang dilewati proyek itu, baik pribadi, perusahaan, atau lainnya. "Saya mengimbau ada dialog yang baik, tidak saling merugikan. Kebutuhan lahan bisa dipenuhi karena ini untuk kebutuhan bersama, yakni masyarakat secara keseluruhan, bukan kebutuhan pribadi," pungkasnya.

Mendampingi Jonan dalam kunjungan kerjanya, Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosyidin menambahkan, dari proyek 35 ribu MW.Hingga saat ini telah beroperasi lebih dari 1.300 MW pembangkit, sementara 32.000 MW sisanya sudah menandatangani kontrak.

"Jadi, tinggal 3 ribu MW lagi (yang harus beroperasi hingga akhir tahun). Ini kebanyakan yang sifatnya gas, jadi diakhirkan. Dari 32.000 MW yang sudah kontrak, 18.000 MW sedang kontruksi, sisanya sedang financial closing," ujarnya.kbc11

Bagikan artikel ini: