Kampoeng Kreasi 2018 digelar, HIPMI: Jadi stimulus geliatkan UMKM

Kamis, 19 April 2018 | 15:04 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mengapresiasi terselenggaranya "Kampoeng Kreasi 2018" yang digelar 19-22 April di Royal Plaza, Surabaya. Ajang itu dinilai HIPMI mampu mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur.

"Kampoeng Kreasi mampu menjadi stimulus yang baik bagi UMKM. Tentu ini harus didukung dan diramaikan sebagai salah satu ikhtiar untuk mewujudkan UMKM Jatim yang berdaya saing global," ujar Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam.

Menurut Mufti Anam, UMKM memang perlu terus mendapat fasilitasi promosi dan pemasaran, salah satunya melalui ajang eksibisi atau pameran berkala seperti Kampoeng Kreasi 2018. Di ajang ini, UMKM berkesempatan memperluas jaringan serta membuka pasar baru.

"Bisa langsung bertemu para pembeli, dan proses itu berpotensi menghasilkan transaksi berkelanjutan yang akan sangat menguntungkan UMKM," jelas Anam.

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Telekomunikasi HIPMI Jatim, Agitya Kamalalya, menambahkan, di ajang Kampoeng Kreasi 2018, HIPMI juga membuka stan untuk konsultasi usaha bagi siapa pun yang ingin merintis bisnis. "Jadi siapa saja yang penasaran ingin tahu bagaimana sih dunia bisnis itu, bagaimana memulainya, dan apa sih HIPMI itu; bisa bertanya di stan HIPMI," ujarnya.

"Kami juga akan memaparkan soal program HIPMI Pesantrenpreneur yang merupakan ikhtiar HIPMI Jatim untuk mencetak santri-santri pengusaha di Jawa Timur," imbuh Agitya. 

Kampoeng Kreasi 2018 yang diselenggarakan oleh perusahaan event organizer PT Amara Satu Raya menampilkan beragam produk unggulan Jawa Timur, mulai dari fashion, makanan-minuman, sampai beragam kerajinan tangan serta produk industri skala menengah. 

Dalam rangkaian acara itu juga digelar pelatihan membatik, jahit kreatif, dan daur ulang barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis. Selain itu, ada pendampingan literasi keuangan bagi BUMDes dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta pemaparan pembiayaan usaha ekonomi masyarakat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur. kbc5

Bagikan artikel ini: