Jembatan Widang ambruk, ini rekayasa lalu lintas oleh Menhub

Kamis, 19 April 2018 | 15:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan ambruknya Jembatan Widang di Tuban padda Selasa (17/4/2018) lalu tak akan mengganggu arus mudik. Kejadian tersebut, antara lain akan diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas yang disiapkan pihaknya.

Budi menjelaskan, nantinya kendaraan kecil, baik dari arah Tuban maupun arah Lamongan akan dibuat dua arah di Jembatan Widang Baru. Kendaraan dari arah Lamongan yang sudah terlanjur masuk antrian memasuki Jembatan Widang Baru, akan di atur secara bergantian. Kendaraan kecil. baik dari arah Lamongan sampai arah Tuban kemudian bisa menggunakan Jembatan Widang Baru secara bersamaan.

Adapun untuk truk pengangkut barang dari arah Surabaya ke Tuban, akan diarahkan dari Paciran-Gondong-Tuban. Sedangkan kendaraan yang sudah masuk ke arah Lamongan akan diarahkan ke Cepu-Blora-Purwodadi. Kendaraan dari arah Tuban ke Surabaya akan dialihkan ke Jalan Dendles-Tuban-Gondong-Paciran-Surabaya.

Menurut Budi, kementerian PUPR telah berkomitmen untuk memperbaiki jembatan dalam kurun waktu 45 hari. Dengan demikian, jembatan ini diharapkan sudah dapat berfungsi dua minggu sebelum Lebaran.

"Tapi kami juga menyiapkan, seperti yang kami sampaikan tadi jalur itu adalah lewat utara dan selatan yang memungkinkan sebagai alternatif," jelas Budi dalam keterangan resminya, Rabu (18/4/2018).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan ada dua alternatif guna mengantisipasi kejadian ini. Pertama adalah memindahkan angkutan truk menggunakan kapal Ro-Ro dari Surabaya ke Semarang. Diharapkan satu kapal Ro-Ro itu bisa mengangkut 200 truk dari Surabaya langsung ke Semarang.

"Kita punya alternatif menggunakan kapal Ro-Ro, karena itu sangat efektif. Satu kapal Ro-Ro itu bisa mengangkut 200 truk jadi bisa saja kita buat dari Surabaya langsung ke Semarang," jelas Budi.

Alternatif kedua adalah mengefektifkan angkutan-angkutan massal seperti bus. Menurut Budi, akan terdapat sejumlah bus yang beroperasi antara Semarang dan Surabaya. Bus itu diharapkan dapat memindahkan penggunaan mobil pribadi ke bus.

"Mungkin kami akan mengefektifkan bus-bus itu beroperasi antara Semarang-Surabaya, dan juga bila dimungkinkan kami akan memberikan semacam mudik gratis dari Surabaya - Semarang atau sebaliknya sehingga kepadatan lalu lintas mobil-mobil kecil bisa ditekan," terang Budi

Melalui alternatif yang dilakukan ini, Menhub optimis bisa memberikan solusi, baik bagi pemudik maupun kendaraan berat yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada masa angkutan lebaran. kbc10

Bagikan artikel ini: