Jelang Ramadan, Mendag Enggartiasto pastikan stok dan harga pangan terkendali

Kamis, 19 April 2018 | 20:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mendekati bulan puasa, Kementerian Perdagangan melakukan pemantauan kondisi pangan di seluruh daerah di Indonesia. Selain berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Jatim dan melakukan telekonferensi dengan seluruh Kepala Divre Bulog di seluruh Indonesia, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga melakukan pemantauan secara langsung ke pusat perbelanjaan Hypermart di Mall Cito Surabaya.

“Secara keseluruhan,kita siap memasuki Ramadhan dalam kondisi harga terkendali dan stok tidak ada kendala,” tegas Mendag Enggartiasto usai pelepasan beras Bulog ke sejumlah daerah di Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (19/4/2018).

Dijelaskan Enggar bahwa saat ini suplai beras sangat besar dan ketersediaan panen melimpah. Bahkan harga beras hampir di semua daerah dalam kondisi stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan ada banyak daerah yang harga beras yang terbentuk di bawah HET.

“Sulawesi Selatan dibawah HET, Jambi di bawah HET, Aceh di bawah HET. Jatim juga demikian, seperti apa yang diucapkan gub bahwa ada perlombaan yang memberikan kontribusi deflasi. Jadi artinya, stok beras cukup karena komponen beras atas sumbangan terhadap inflasi cukup besar. Harga gula, di bawah HET, minyak goreng juga di bawah HET,” tambahnya.

Untuk stok komoditas telur dan daging ayam tidak ada kekhawatiran yang harus dihadapi. Kekhawatiran justru datang dari kondisi harga daging ayam dan telur yang semakin turun. Untuk itu pemerintah telah membuat buffer harga, yakni  harga batas atas dan harga batas bawah agar peternak tidak merugi.

Agar ketersediaan jenis pangan yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi, maka Kemendag mewajibkan pedagang minyak goreng untuk membuat kemasan sederhana. “Tidak ada kekhawatiran karena sudah ada ketentuan bahwa setiap 20 persen dari total produksi harus dikemas dalam kemasan sederhana,” terangnya.

Begitu juga dengan komoditas beras. Agar harga terkendali, maka seluruh pedagang beras di pasar tradisional diharuskan menjual dan menyediakan beras jenis medium dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah, yaitu HET.  “Kalau sudah ada berasnya di daerah masing2, maka Bulog standby dan tidak perlu menyalurkan. Tetapi kalau terjadi kekurangan atau kebutuhan, Bulog siap menyalurkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Enggartiasto didampingi oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Kepala Kantor Perwakilan bank Indonesia Provinsi Jatim, Difi Ahmad Johansyah dan Kepala  Divisi Regional Perum Bulog Jatim Muhammad Hasyim melepas empat truk yang memuat 96 ton beras untuk memenuhi kebutuhan beras di delapan daerah luar Jawa, yaitu Provinsi Maluku, Jambi, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.kbc6

Bagikan artikel ini: