HIPMI Jatim promosi program Pesantrenpreneur di ajang Kampoeng Kreasi

Minggu, 22 April 2018 | 01:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur memperkenalkan program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren (Pesantrenpreneur) kepada kalangan UMKM dan pegiat ekonomi kreatif di ajang Kampoeng Kreasi 2018 di Royal Plaza, Surabaya, Jumat (20/4).

”Program Pesantrenpreneur ini adalah ikhtiar HIPMI Jatim untuk menumbuhkan spirit berwirausaha di kalangan anak muda santri, yang pada gilirannya diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal,” kata Sekretaris Umum HIPMI Chandra P. Welyanto.

Dia mengatakan, program Pesantrenpreneur akan dimulai pada 12 Mei 2018 mendatang di sepuluh pondok pesantren (ponpes) yang menjadi proyek percontohan (pilot project). Di sepuluh ponpes tersebut akan dibuka Ummat Mart, sebuah gerai yang memasarkan produk-produk yang dihasilkan para santri, UMKM perdesaan di sekitar pesantren, maupun produk umum dari perusahaan.

”Jadi Pesantrenpreneur ini sekaligus menjadi pintu bagi tumbuhnya produk-produk UMKM perdesaan di sekitar pesantren. Produk santri dan produk desa punya peluang untuk meluaskan jaringan pemasaran, karena kami juga bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Bukan tidak mungkin produk-produk kreatif dari desa sekitar pesantren didistribusikan ke jaringan ritel di berbagai kota,” kata Chandra.

Chandra mengatakan, pesantren berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal, terutama desa-desa sebagai basisnya. Dengan jumlah lebih dari 30.000 pesantren dan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus di seluruh Indonesia, pesantren adalah entitas kuat yang tak hanya bisa menjadi pilar pendidikan umat, tapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi umat.

”Program Pesantrenpreneur ini sejatinya sejalan dengan pengembangan ekonomi perdesaan, mengingat mayoritas pesantren berada di kawasan perdesaan. Sehingga perlu kolaborasi antara komunitas wirausaha di pesantren dan UMKM-UMKM kreatif di desa,” jelas Chandra.

Chandra menambahkan, ajang Kampoeng Kreasi 2018 yang menghadirkan beragam produk unggulan Jatim layak diapresiasi. Konsep acara itu sejalan dengan visi HIPMI untuk terus mendorong UMKM produsen beragam produk unggulan Jatim.

”Termasuk ke depan pasti produk-produk santri bisa ditampilkan di ajang Kampoeng Kreasi ini. Dan UMKM kreatif yang tampil di ajang ini bisa berkolaborasi dengan HIPMI untuk bersama-sama memajukan ekonomi umat berbasis pesantren,” ujarnya.

Kampoeng Kreasi 2018 yang diselenggarakan oleh perusahaan event organizer PT Amara Satu Raya menampilkan beragam produk unggulan Jawa Timur, mulai dari fashion, makanan-minuman, sampai beragam kerajinan tangan serta produk industri skala menengah. 

Dalam rangkaian acara itu juga digelar pelatihan membatik, jahit kreatif, dan daur ulang barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis. Selain itu, ada pendampingan literasi keuangan bagi BUMDes dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta pemaparan pembiayaan usaha ekonomi masyarakat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur.

Bagikan artikel ini: