Dagangan di bursa, Pizza Hut banderol saham di Rp1.100-1.350

Senin, 23 April 2018 | 15:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemegang hak waralaba Pizza Hut di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk, melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 604,38 juta saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Direktur Perseroan Jeo Sasanto optimistis bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, akan memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan sektor restoran, terutama dari tingginya pertumbuhan konsumsi dari kelas menengah di kota-kota besar di Indonesia.

"Kondisi tren tersebut diharapkan dapat berperan dalam mendukung pertumbuhan perseroan ke depannya hal ini disertai dengan fokus perseroan pada kualitas makanan serta variasi menu yang terus disempurnakan dengan target pada konsumen kelas menengah," kata dia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Director head of Investment Banking Mandiri Sekuritas Primonanto Budi Atmojo, mengatakan, perseroan menawarkan harga saham pada rentang Rp1.100-Rp1.350. "Harga saham pada IPO ditawarkan pada rentang Rp1.100-Rp1.350," kata dia.

Dengan demikian, perseroan menargetkan dapat menghimpun dana segar sebesar Rp664,8 miliar hingga Rp815,9 miliar. Dia menjelaskan, seluruh dana hasil IPO sebanyak 65% akan digunakan untuk meningkatkan belanja modal perseroan baik untuk membuka gerai baru maupun renovasi gerai-gerai Pizza Hut Restaurant (PHR) dan Pizza Hut Delivery (PHD).

Perseroan berencana untuk memperluas jaringan gerainya ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Indonesia Timur dan daerah lainnya. Sedangkan, sisanya sekitar 35% akan digunakan untuk pembayaran fasilitas sebagian pinjaman bank atau lembaga keuangan.

Per 31 Desember 2017, Perseroan telah mengoperasikan 237 gerai PHR dan 156 gerai PHD yang mencakup 76 kota dan kabupaten di 28 provinsi di Indonesia.

Perseroan juga mengoperasikan pabrik pasta di Jakarta, pabrik sosis di Jawa Barat, pabrik dough ball di Jakarta dan Jawa Barat, dan commissary dough ball di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Dalam IPO ini, perseroan telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT CSLA Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.

Periode bookbuilding pada tanggal 23 April 3 Mei 2018 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada tanggal 23 Mei 2018.

Perseroan sebagai pemegang hak waralaba Pizza Hut di Indonesia didirikan pada tahun 1987 dengan struktur pemegang saham PT Sriboga Raturaya sebesar 90,99% dan Mountain High Investments Limited 9,01%.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan berturut turut pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Tahun 2015, angka penjualan sebesar Rp2,49 triliun, lalu meningkat Rp2,7 triliun di 2016.

Pada 2017 perseroan berhasil membukukan penjualan Rp3 triliun. Dalam periode yang sama, perseroan berhasil meraih laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp61,4 miliar, Rp130,4 miliar dan Rp141,3 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: