Sejumlah jenderal bakal bersaing jadi ketua PKPI

Selasa, 24 April 2018 | 11:44 WIB ET
AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah nama dari kalangan militer disebut akan meramaikan burca calon ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Partai pimpinan AM Hendropriyono itu akan menggelar kongres luar biasa (KLB) pada 8 Mei mendatang. 

Pada KLB itu, Hendro akan menyerahkan jabatan ketua umum PKPI. Selanjutnya, PKPI akan menggelar pemilihan ketua uum baru.

Beberapa nama berlatar belakang militter yang muncul di bursa calon ketua umum PKPI antara lain Marsekal (Purn) Chappy Hakim, Marsekal (Purn) Sutria Tubagus, Brigjen TNI (Purn) Santosa Maha, Mayjen (Purn) Haris Sudarno, Brigjen TNI (Purn) Yohanes Sudiyono, Komjen (Purn) Gories Mere dan Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai.

Namun, ada pula kader internal PKPI yang juga menyemarakkan bursa calon ketua umum. Antara lain Imam Anshori Saleh yang saat ini menjadi sekretaris jenderal, Diaz Faisal Malik Hendropriyono (staf khusus presiden), Verry Hendrawan (ahli informasi teknologi), Rully Soekarta (wakil sekjen PKPI) dan Keke Takudaeng Parawansa.

Ada pula nama ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI yang masuk bursa calon ketua umum. Yakni Ketua DPP PKPI DKI Jakarta Miki Barrito Putra dan Ketua DPP PKPI Lampung Ery Setyanegara.

Ketua Organizing Committee KLB PKPI Keke Takudaeng Parawansa mengatakan, munculnya sejumlah jenderal purnawirawan di bursa calon ketua umum partainya merupakan hal lumrah.

“Wajar saja karena PKPI didirikan oleh prajurit sebagai partai pejuang untuk terus menjaga Pancasila dan NKRI,” kata Keke, dalam keterangan tertulisnya.

Karena itu, imbuh dia, semakin banyak kader bangsa yang bersaing di KLB nanti, diharapkan melahirkan pemimpin terbaik untuk membawa PKPI sebagai partai besar yang mampu mengantarkan kader-kader partai untuk lolos ke Senayan.

“Semua kita ingin figur yang bisa membawa kader lolos ke Senayan. Karena itu, KLB ini harus melahirkan pemimpin yang kuat,” tegasnya.

Namun, sambung Keke, nama-nama yang beredar itu belum resmi diusulkan untuk untuk dipilih dalam KLB. “Nanti daerah-daerah harus membawa nama yang diusulkan dalam KLB, untuk diproses mengikuti kontestasi selanjutnya,” pungkasnya. kbc9

Bagikan artikel ini: