BPJS Ketenagakerjaan Jatim serahkan santunan untuk korban ambruknya jembatan Widang

Rabu, 25 April 2018 | 01:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyerahkan klaim jaminan kecelakaan kerja kepada keluarga korban ambruknya Jembatan Widang Babat Tuban. Korban adalah Muhlisin (49) meninggal dunia pada musibah yang terjadi pada Selasa (17/4/2018) lalu.

Klaim itu diserahkan langsung Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Dodo Suharto, dan diterima istri almarhum Muhlisin yakni Sumaiyah, didampingi Pps. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Darmawan Basuki dan Kepala Bidang Pelayanan, Dini Mulyani serta dari pihak perusahaan PT. Semen Indonesia Logistik, Dzikri.

"Kami menyampaikan turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut," kata Dodo di sela pemberian santunan kepada keluarga korban di Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (24/4/2018).

Dikatakannya, kedatangannya di rumah korban ini untuk menyampaikan hak-hak almarhum Muhlisin sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, ahli waris almarhum Muhlisin berhak mendapatkan santunan kematian kecelakaan kerja senilai Rp166 juta, dan istrinya mendapatkan jaminan pensiun senilai Rp331 ribu setiap bulannya, selama seumur hidup atau sampai anak almarhum umur 23 tahun.

Ia mengatakan, dengan adanya santunan yang diberikan ini diharapkan bisa membantu keluarga korban yang ditinggalkan demi menata masa depan terutama terkait dengan perekonomian dan berharap musibah ini dapat menggugah kesadaran pekerja maupun perusahaan yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk segera daftar.

"Kami juga berharap kepada para pekerja yang lain baik itu sektor formal dan informal, penerima upah dan bukan penerima upah, sektor jasa konstruksi supaya mereka ikut dan terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Muhlisin adalah karyawan PT Semen Indonesia Logistik yang meninggal saat peristiwa jembatan ambruk, Selasa (17/4) lalu. Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dan Kecamatan Babat, Kabupaten Lomongan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, Darmawan Basuki, menyebut bahwa  Muhlisin sudah terdaftar sebagai peserta empat program BPJS Ketenagakerjaan. Selain ikut program jaminan kecelakaan kerja, korban juga ikut program jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Dari program santunan kematian kecelakaan kerja korban mendapatkan  Rp 107.045.402,88, Jaminan Hari Tua Rp 47.053.429,82, Beasiswa Rp 12.000.000,00 , ditambah Jaminan Pensiun Rp 331.000,00 per bulan.

Istri almarhum Muhlisin yakni Sumaiyah mengaku berterima kasih dengan adanya santunan yang diberikan kali ini karena bisa membantu keluarga.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas santunan yang diberikan ini , semoga bermanfaat untuk kelangsungan hidup saya dan keluarga," katanya.

Almarhum Muhlisin merupakan bagian dari 1536 karyawan PT Semen Indonesia Logistik yang semuanya telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. kbc7

Bagikan artikel ini: