Astra International raup laba bersih Rp5 triliun di kuartal I

Rabu, 25 April 2018 | 11:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Astra Internasional, Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasian grup pada 31 Maret 2018 sejumlah Rp 4,98 triliun atau turun 2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 5 triliun.8 triliun. Namun untuk laba bersih konsolidasi perseroan mengalami penurunan 2 persen menjadi Rp 5 triliun.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menjelaskan, Grup Astra mengalami penurunan kinerja pada sebagian segmen bisnisnya, khususnya pada segmen otomotif dan agribisnis. "Penurunan ini lebih tinggi dari pada peningkatan kinerja pada segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (24/4/2018).

Sedangkan untuk nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 3.186 pada 31 Maret 2018. Angka tersebut naik 4 persen dibandingkan dengan posisi pada akhir 2017.

Nilai utang bersih, di luar grup jasa keuangan, mencapai Rp 2,4 triliun, dibandingkan dengan nilai kas bersih Rp 2,7 triliun per 31 Desember 2017, terutama disebabkan oleh investasi grup di jalan tol, GO-JEK, dan belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.

Anak perusahaan Astra Internationalsegmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 44,8 triliun, tuurn dibandingkan dengan Rp 46,1 triliun pada akhir 2017.

Laba bersih dari bisnis grup otomotif turun 8 persen menjadi Rp 2,1 triliun, terutama disebabkan oleh meningkatnya kompetisi di pasar mobil.

Penjualan mobil secara nasional meningkat 3 persen menjadi 292.000 unit. Namun, penjualan nasional mobil Astra menurun sebesar 12 persen menjadi 142 ribu unit yang disebabkan oleh kompetisi yang semakin ketat sehingga pangsa pasar Astra menurun dari 57 persen menjadi49 persen.

Astra telah meluncurkan tujuh model baru dan dua model revamped selama periode ini.

Penjualan sepeda motor nasional meningkat sebesar 4 persen menjadi 1,5 juta unit. Penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) stabil sebesar 1,1 juta unit, disebabkan oleh pengelolaan inventori dalam rangka peluncuran beberapa model utama, yang mengakibatkan pangsa pasar AHM menurun dari 77 persen menjadi 73 persen.

AHM telah meluncurkan satu model baru dan lima model revamped selama periode ini.

Sedangkan PT Astra Otoparts Tbk, bisnis komponen grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 1 persen menjadi Rp 146 miliar, meskipun terdapat kenaikan pendapatan sebesar 11 persen.

Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi, yang terkena dampak dari kerugian translasi mata uang asing. kbc10

Bagikan artikel ini: