43 Industri pengolahan susu siap bermitra dengan peternak

Kamis, 26 April 2018 | 07:57 WIB ET

BOGOR, kabarbisnis.com: Sebanyak 43 Industri Pengolahan Susu (IPS) dan importir siap menjalani kemitraan dengan peternak sapi lokal. Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan pihaknya telah menerima  36 proposal kemitraan dari pelaku usaha.

Penyerahan proposal ini sebagai penerapan Peraturan Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 26 Tahun 2017 berkaitan penyerapan Susu  Segar Dalam Negeri (SSDN) dan kemitraan dengan peternak lokal.Merujuk Pasal 44 dari Permentan No 26 tahun 2017, sebut Fini, bagi IPS yang mengindahkan aturan ini maka pemerintah akan mengenakan sanksi maksimal diantaranya penundaan rekomendasi impor susu hingga pencabutan izin usaha. Adapun sanksi ringan berupa teguran tertulis .

”Pemerintah lebih mengutamakan pembinaan dan pendampingan agar pelaksanaan kemitraan dapat berjalan,”  ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Produk Peternakan (P2HP) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Fini Murfiani usai seminar nasional Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Susu Segar Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Fini mengatakan jumlah pelaku usaha yang menjalani kemitraan dengan peternak lokal masih terbilang rendah dari yang tercatat yakni 164 perusahaan.Namun ada sejumlah badan usaha memilih melakukan konsorsium untuk melakukan kemitraan.Fini menambahkan sejumlah IPS besar diantaranya PT Nestle,  Mirota KSM, Sari Husada, Ultra Jaya,Frisian Flag Indonesia, Indomilk, Indolakt dan Green Field Indonesia sudah menyatakan komitmen melakukan kemitraan.

Fini optimis keikutsertaan sejumlah IPS besar tersebut dalam kemitraan akan meningkatkan penyerapan susu segar yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan usaha para peternak.Pasalnya, kontribusinya dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional yang merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 4.448.670 ton cukup signifikan, sekitar 79,26% atau 3.525.70  ton masih harus dipenuhi melalui impor.

Kemampuan produksi susu nasional dari peternak lokal baru 20,74% atau setara 922.970 ton. Pasokan susu segar itu berasal populasi sapi perah sebanyak 544.791 ekor . Jumlah mengalami peningkatan dibandingkan satu tahun sebelumnya yang tercatat  533.000 ekor diantaranya 267.000 ekor merupakan sapi laktasi.

BPS mencatat konsumsi susu nasional 16,5 liter per kapita per tahun.Bandingkan dengan Malaysia yang konsumsi sudah mencapai 36,2 liter per kapita per tahun di tahun 2015. ”Dalam cetak biru Persusuan Nasional, kontribusi dari susu peternak lokal diharapkan meningkat menjadi 23 persen di tahun 2019,” terangnya.

Sebagai informasi saja, konsep kemitraan seperti tertuang dalam Permentan No 26 tahun 2017 itu mencakup pemanfaatan SSDN, promosi, penyediaan sarana produksi, produksi, dan atau permodalan atau pembiayaan. Untuk meningkatkan produksi dan mutu SSDN  , badan usaha  dapat membantu menyediakan sarana produksi baik peralatan dan bangunan.

Pelaksanaan konsep kemitraan guna meningkatan produksi susu nasional dapat dilakukan melalui penambahan populasi ternak perah pada peternak, gabungan kelompok peternak dan atau koperasi, fasilitasi pembesaran pedet (rearing) dan atau peningkatan keterampilan dan kompetensi peternak, gabungan kelompok peternak dan atau koperasi.Sedangkan kemitraan dalam bentuk permodalan atau pembiayaan dapat berupa fasilitasi modal usaha dengan bunga terjangkau, dan atau penjaminan untuk mendapatkan kredit usaha.kbc11

Bagikan artikel ini: