Tahukah Anda, kemasan kecil ini biang perubahan bisnis ritel di Asia

Kamis, 03 Mei 2018 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa tahun terakhir bisnis ritel di Asia terjadi perubahan besar-besaran. Ternyata, salah satunya berawal dari kemasan kecil sekali pakai.

Menurut hasil riset Kantar Worldpanel, Rabu (2/5/2018), kemasan ukuran lebih kecil dari biasanya malahan menjadi salah satu tren penting. Perubahan demografis yang cepat menjadi salah satu faktor utama yang menentukan dalam lanskap ritel di Asia. Di benua itu, populasi penduduk tua dan urbanisasi membentuk kembali pola berbelanja.

Dalam menanggapi perubahan demografis ini, peritel berupaya untuk memahami cara mengatasi kebutuhan populasi penduduk tua dan menyusutnya pengeluaran rumah tangga. Menurut riset itu, terjadi pengurangan anggaran masak di keluarga. Lantas, keluarga cenderung lebih memilih untuk membeli apa yang mereka butuhkan, ketika mereka membutuhkannya.

Beberapa keuntungan dari produk dengan kemasan kecil di antaranya adalah untuk mendorong konsumen dalam bereksperimen, memungkinkan pembeli untuk mencoba produk dan merek baru, serta menjadikan pengeluaran belanja lebih kecil per pembelian.

Penghubung dengan hal-hal tersebut, di Asia, khususnya Indonesia, minimarket seperti halnya Alfamart berfungsi sebagai penghubung komunitas di mana pembeli dapat membayar tagihan listrik, membeli tiket perjalanan, konser, maupun untuk pertemuan sosial. Mayoritas minimarket mampu menunjukkan pertumbuhan yang kuat, melampaui format toko yang lebih besar.

Menurut Direktur Pemasaran Alfamart Indonesia, Ryan Alfons Kaloh, pihaknya mengusung gerakan Toko Komunitas Sejati. Komunitas ini mendukung operasional perdagangan tradisional yang ada serta usaha kecil sebagai mitra distribusi.

Ryan juga menegaskan bahwa untuk memenuhi kebiasaan konsumen Indonesia yang berubah dengan cepat, pemahaman mengenai dinamika pelanggan memegang peranan penting dalam pertumbuhan yang berkesinambungan. Alasannya, hal ini dapat menginformasikan aspek bisnis ritel secara luas dari portofolio produk, rantai pasokan, hingga promosi yang dikembangkan.

Sementara itu terkait dengan digitalisasi, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Venu Madhav mengatakan, saluran ritel modern seharusnya berperan sebagai komplemen dari e-commerce atau platform online lainnya.

“Saluran ritel modern seharusnya tidak merasa terancam oleh munculnya ritel online atau melihat ritel online sebagai pesaing," ujar Venu.

Kemudian, pelaku ritel besar di kawasan Asia melayani lebih dari satu saluran pengiriman untuk merek-merek FMCG. Pertimbangannya, pertumbuhan peritel tersebut didorong oleh kemampuannya dalam mengadaptasi kebutuhan pembeli yang bertransformasi secara cepat dan komitmennya dalam merancang ulang model bisnis mereka demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Selama bertahun-tahun, perdagangan modern telah mendorong pertumbuhan dengan menyesuaikan diri dan menawarkan lebih dari sekadar menjual produk," kata Venu.

Selain promosi, keberhasilan merek FMCG lokal didukung oleh kapasitas mereka untuk menyesuaikan diri dengan model ritel yang cepat berubah dengan mengembangkan produk yang sejalan dengan visi peritel dari konsumennya. kbc10

Bagikan artikel ini: