Sanggup bikin kereta tingkat berkecepatan 160 km/jam, PT Inka tunggu infrastruktur

Jum'at, 04 Mei 2018 | 08:35 WIB ET

MADIUN, kabarbisnis.com: Selain memesan kereta jenis sleeper, PT Kereta Api Indonesia (KAI) disebut juga meminta PT Industri Kereta Api (Inka) membuatkan kereta double decker alias kereta bertingkat. Atas hal ini, PT Inka mempertanyakan infrastruktur yang mendukung transportasi itu.

"Sebetulnya desain (yang diminta) kombinasi antara midle speed 160 km dan kereta double decker. Tetapi hal itu tergantung ruang bebasnya. Kalau ruang bebasnya bisa maka bisa. Kalau tidak maka bisa kena," ujar Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, Kamis (3/5/2018).

Namun demikian Budi menargetkan pekerjaan pembuatan kereta double decker selesai pada 2020. "(Bentuknya) seperti bus tingkat. Kalau di luar negeri sudah biasa dan di Eropa juga banyak. Tetapi rel (di sana) lebih lebar 14,35 sementara kita hanya 10,47," jelas Budi.

Dia menjelaskan PT Inka saat ini membutuhkan data sinkronisasi sarana dan prasarana. Untuk itu, PT KAI harus melakukan studi terkait ruang bebas. Budi menambahkan, secara teknis PT Inka sanggup memproduksi kereta double decker sesuai pesanan PT KAI. Namun, sebelum pesanan diproduksi, prasarana seperti rel, jembatan, dan perlintasan harus dipastikan bisa dilewati kereta tersebut.

"Kalau dari sarana kami siap. Tapi dari prasarana harus dilihat karena jalur lurus bisa kecepatan 160 kilometer per jam, tetapi tidak bisa di lengkungan," imbuh Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: