Merek jam tangan legendaris asal Swiss hadir di Surabaya

Sabtu, 05 Mei 2018 | 08:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah maraknya produk jam tangan pintar alias smartwatch, jam tangan konvensional tampaknya masih memiliki penggemar loyal. Hal ini pula yang mendasari merek jam tangan asal Swiss, Rado memperluas jaringan penjualannya ke Surabaya, tepatnya di Tunjungan Plasa (TP) 3 Surabaya.

Rado merupakan merk jam tangan legendaris asal Swiss yang diakui secara global. Produk Rado yang sudah berdiri sejak tahun 1937 dikenal dengan desain inovatif dan penggunaan material yang revolusioner yang menciptakan jam tangan paling tahan lama di dunia.

Vice President PT Swatch Group Indonesia untuk brand Rado, Raina Safira menuturkan, gerai di Surabaya merupakan outlet kedua di Indonesia setelah gerai pertama di Jakarta.

"Potensi pasar di Surabaya sangat besar, karena memang ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan menjadi pintu gerbang Indonesia Timur. Makanya kami optimis dengan kehadiran di Surabaya," katanya di sela grand opening butik Rado sekaligus pameran koleksi Rado bertema Portraits of Time di TP3 Surabaya, Jumat (4/5/2018).

Pada grand opening butik Rado tersebut juga dihadiri Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi dan seluruh jajaran manajemen PT Swatch Group Indonesia.

Dipaparkannya, selama ini penggemar jam tangan dari Jawa Timur dan Indonesia Timur harus ke Jakarta untuk memiliki barang buruannya. Oleh karenanya, dengan kehadiran di Surabaya, akan lebih mendekatkan diri ke konsumen, baik untuk penjualan maupun layanan purna jual.

"Sejak hadir di Surabaya pada akhir tahun lalu, animo konsumen di Surabaya cukup bagus," ungkap Joy, sapaan akrab Raina Safira.

Beberapa jenis produk yang selama ini menjadi andalan penjualan, sebut Joy, yakni model original, classic, serta centrix. Harga produk Rado yang dipasarkan di Indonesia berada di kisaran Rp 6 juta hingga Rp 60 juta per unit.

"Untuk pasar Surabaya, rata-rata yang paling banyak diminati adalah jam tangan di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 25 jutaan," tandasnya.

Untuk koleksi jam tangan brand Rado, Joy mengatakan jika Rado fokus material jamnya yang sebagian besar berbahan keramik.

"Jadi material-material yang tidak biasa digunakan di dunia jam tangan, kita pakai karena visinya Rado kan watch for lifetime jadi untuk jangka panjang jadi bisa di warisakan ke anak cucu, dari situ sehingga Rado memilih bahan high tech ceramic," ujarnya.

Anda mungkin berpikir jika bahan ceramic atau keramik tidak tahan lama dan mudah pecah daripada besi padahal ceramic jauh lebih kuat daripada besi itu yang belum banyak kita ketahui.

"Jadi orang pikirannya kalau keramik ya yang di lantai, guci, vas bunga, piring gelas padahal itu porslen, kami itu pionirnya untuk bahan ceramic dari tahun 80-an," tambahnya.

Untuk bagian kaca menggunakan shapire, selain itu Rado juga memiliki dua pilihan yaitu otomatic tanpa baterai, atau menggunakan baterai.

"Ini juga yang membuat produk kami tetap eksis meski banyak muncul smartwatch di pasar. Karena kami memang menyasar segmen penggemar jam tangan luxury," ujarnya.

Sementara itu dalam rangka grand opening butik Rado, juga digelar pameran sejumlah koleksi jam tangan Rado yang berlangsung hingga 27 Mei 2018.

Pada pameran ini, selain ditawarkan koleksi Rado Couple, Centrix, dan True, juga koleksi terbaru seperti Hyperchrome, serta DiaMaster. "Kami juga memamerkan koleksi jam tangan limited edition," pungkas Joy. kbc7

Bagikan artikel ini: