Gappri: Ada 600 izin industri rokok, yang berproduksi tinggal 100 pabrik

Senin, 07 Mei 2018 | 08:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri rokok nasional kian terpuruk. Banyaknya hambatan terkait aturan dan pembatasan kawasan rokok membuat banyak pabrikan rokok dalam negeri gulung tikar.

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mencatat, ada penurunan jumlah pabrik rokok yang aktif berproduksi.

"Pabrikan rokok di Indonesia yang memiliki izin sebanyak 600 pabrik. Namun hanya 100 pabrik yang masih aktif berproduksi setiap harinya," kata Ketua GAPPRI Ismanu Soemiran, Minggu (6/5/2018).

Tak berproduksinya sejumlah pabrik tersebut, lanjut dia, turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor produksi rokok.

"Yang aktif ini mayoritas pabrik besar. Jumlah karyawan juga ada penurunan, sehingga dari 600 ribu karyawan kini yang tersisa 450 ribu karyawan," katanya.

Terpisah, Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie menjelaskan, industri rokok dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan volume penjualan sekitar 1-2%.

Oleh karena itu, jika tarif cukai rokok pada tahun depan dinaikkan lebih tinggi lagi dari 2018 ini, dia khawatir industri rokok akan semakin terpuruk.

"Kemungkinan (volume penjualan turun) itu bisa saja terjadi kalau keadaan seperti ini," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: