Pabrik kereta api terintegrasi dibangun di Banyuwangi mulai Agustus 2018

Senin, 07 Mei 2018 | 18:33 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan direksi PT INKA
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan direksi PT INKA

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk mematangkan pembangunan pabrik kereta api terintegrasi di Banyuwangi, Senin (7/5). BUMN perkeretaapian itu akan membangun pabrik anyar di Banyuwangi. Peletakan batu pertama (groundbreaking) bakal dilaksanakan Agustus 2018.

“Saat ini kita proses beberapa hal teknis sebelum groundbreaking. Ada persiapan lahan yang sedang dituntaskan di Kementerian BUMN karena melibatkan kawasan milik BUMN lain, yaitu PT Perkebunan Nusantara,” ujar Direktur Keuangan dan SDM PT INKA, Mohamad Nur Sodiq saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Pabrik PT INKA di Banyuwangi akan berdiri di atas lahan lahan seluas 72 hektar, dan tercatat sebagai pabrik kedua produsen kereta api yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara itu.

Sodiq menjelaskan, pembangunan pabrik membutuhkan waktu setahun, sehingga diharapkan pabrik beroperasi pada Agustus 2019. Pabrik Banyuwangi ini difokuskan untuk pembuatan kereta pesanan ekspor, seiring besarnya pesanan dari sejumlah negara.

“Kami memilih Banyuwangi karena akan sangat efisen. Aksesibilitasnya bagus, jaringan laut ada,” ujarnya.

Untuk tahun ini  PT.INKA tengah memproses pesanan dari beberapa negara di Asia. Salah satunya Bangladesh yang memesan 250 gerbong kereta dan Filipina yang memesan Kereta Rel Diesel (KRD) senilai Rp 127,3 miliar. Selain itu juga ada pesanan kereta dari Srilanka senilai Rp400 miliar. 

“Yang sedang proses negosiasi dengan Thailand. Dengan banyaknya pesanan luar negeri dan pemenuhan kebutuhan kereta di dalam negeri, kami memang harus segera bikin pabrik baru di Banyuwangi ini,” ujarnya.

“Pabrik kami di Madiun berkapasitas produksi 2 gerbong kereta per hari. Ditambah pabrik Banyuwangi, kami targetkan bisa 4 kereta per hari untuk memenuhi pesanan ekspor,” ujarnya.

Sodiq memproyeksikan industri INKA di Banyuwangi bisa menyerap hingga 1.000 tenaga kerja. Dia berharap kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi.

“Kami kerjasama dengan sekolah di Banyuwangi untuk menyiapkan tenaga terlatih. Saat ini sudah berjalan di beberapa SMK dan segera menyusul sekolah vokasi lainnya,” kata Sodiq.

Bupati Abdullah Azwar Anas siap mendukung pembangunan pabrik INKA di Banyuwangi. “Pabrik ini adalah bagian dari menggerakkan sektor ekonomi domestik strategis sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Dan yang terpenting juga menyerap tenaga kerja, menggerakkan ekonomi lokal,” papar Anas.

Anas mendorong PT. INKA untuk membangun pabrik berkonsep green industry dan mengusung konsep arsitektur lokal. “Bisa menanam banyak pohon di lingkungan pabrik, pengelolaan produksi yang bagus, serta mengusung arsitektur lokal sehingga ikut merawat kearifan lokal masyarakat,” kata Bupati Anas.

Selain itu, Anas ingin agar pabrik INKA ini bisa mendukung pariwisata Banyuwangi. Misalnya ada wisata teknologi tentang perkeretaapian. “Kami berharap, pembangunan pabrik ini juga memiliki multiplier effect ke dunia pariwisata Banyuwangi. Sehingga wisatawan yang datag ke Banyuwangi akan selalu mendapat atraksi baru dari Banyuwangi,” jelas Anas. kbc9

Bagikan artikel ini: