Ini dalih pemerintah tak naikkan harga BBM dan tarif listrik hingga 2019

Senin, 07 Mei 2018 | 20:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin  harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, solar dan minyak tanah tidak akan mengalami kenaikan sampai 2019 mendatang.

"Sudah tiga tahun, bahkan lebih, tidak ada kenaikan BBM premium, solar dan minyak tanah. Hingga tahun 2019 juga tidak akan naik, tarif listrik juga tidak naik. Itu dalam rangka meningkatkan kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat serta mempertahankan daya beli masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) total subsidi energi sebesar Rp 323 triliun atau lebih rendah 66 persen dari tiga tahun sebelumnya yang sebesar Rp 958 triliun (2012-2014). Sebaliknya, anggaran untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan meningkat sangat signifikan. Sejak tahun 2015 angkanya selalu di atas Rp 700 triliun, bahkan tahun 2018 ini dialokasikan sebesar Rp 965 triliun. Tahun-tahun sebelumnya anggaran tersebut di bawah Rp 600 triliun.

"APBN harus dijaga, subsidi energi dibuat makin tepat sasaran, sehingga belanja yang lebih produktif, seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan bisa punya porsi yang jauh lebih besar," kata Agung Pribadi.

Subsidi energi terdiri dari subsidi BBM, LPG dan listrik. Sejak tahun 2015, jenis BBM yang disubsidi hanya solar dan minyak tanah, sementara premium tidak lagi disubsidi APBN.

Meski demikian, harga BBM jenis premium (Jenis BBM Khusus Penugasan) dan solar tidak pernah mengalami kenaikan sejak April 2015. Saat itu harga premium tersebut sebesar Rp 7.300 dan solar Rp 6.900 per liter.

BBM premium per 5 Januari 2016 bahkan harganya turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 per liternya. Lalu pada 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp 6.450 per liter yang berlaku dan hingga 2019 juga dipastikan tidak naik.

Demikian halnya dengan BBM jenis solar per 10 Oktober 2015 harganya justru turun dari Rp 6.900 menjadi Rp 6.700 per liternya. Lalu per 5 Januari 2016 juga turun menjadi Rp 5.650 per liter dan 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp 5.150 per liter dan tetap sampai hari ini. Hingga 2019 solar juga tidak ada kenaikan.Sedangkan untuk minyak tanah tidak pernah ada ke kenaikan sejak tahun 2008.kbc11

Bagikan artikel ini: