MKNT fokus permudah mitra usaha mikro akses produk telekomunikasi

Selasa, 08 Mei 2018 | 08:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan telekomunikasi berbasis digital PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) mengumumkan kinerja positifnya sepanjang tahun 2017 dan di kuartal pertama tahun 2018. Emiten yang bergerak di bisnis distribusi pulsa untuk kluster Jawa, Bali dan Sumatera ini menutup tahun 2017 dengan peningkatan laba bersih sebesar 1.550,47 persen atau senilai Rp 37,92 miliar. Sementara itu, sampai dengan akhir Maret 2018 (Q1 2018), laba bersih MKNT tercatat sebesar Rp 8,87 miliar atau meningkat sebesar 12,59% (yoy).

Kenaikan laba bersih Perseroan berasal dari kontribusi penjualan pulsa yang signifikan, Berdasarkan laporan konsolidasi yang dirilis Perseroan, penjualan pulsa ke pihak tertentu mencapai Rp 513,56 miliar dari total penjualan pulsa pada Q1 2018 yang berada di angka Rp 1,52 triliun.

Angka tersebut sangatlah signifikan dimana sepanjang tahun 2017, MKNT mencatatkan penjualan pulsa ke pihak tertentu sebesar Rp 1,93 triliun dari total penjualan sebesar Rp 6,3 triliun.

“Tahun ini kami mencatatkan penjualan yang cukup besar di kuartal pertama 2018. Hal ini menujukkan tingginya permintaan pelanggan atas produk telekomunikasi. Dari sini kami menilai, perlu adanya penguatan kapasitas internal dari MKNT untuk memenuhi permintaan pasar, sekaligus mempermudah mitra kami mengakses produk yang sesuai,” tutur Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi.

Sebagai distributor utama produk telekomunikasi Telkomsel, penjualan terbesar MKNT saat ini masih fokus pada bisnis pulsa isi ulang dengan kontribusi terhadap laba bersih perusahaan mencapai 95%. Merespon hal di atas, Jefri Junaedi menyatakan komitmen Perseroan untuk terus menggenjot penguatan infrastukrtur dan kapabilitas Perseroan dalam melayani konsumen, khususnya di daerah.

“Salah satu upaya kami untuk melayani permintaan pelanggan adalah dengan mempermudah mitra-mitra pengecer untuk mengakses produk-produk telekomunikasi dari MKNT. Saat ini Perseroan tengah menjalankan transisi menuju ekosistem digital di internal perusahaan guna mendukung proses distribusi yang lebih fokus dan efisien untuk pasar. Salah satunya adalah menyediakan akses ke permodalan lewat penjajakan kerjasama dengan perusahaan fintech P2P lending,” terang Jefri.

Melalui mekanisme kerjasama ini, Jefri berharap pihaknya mampu mendukung mitra-mitra pengecer untuk mengakses fasilitas pinjaman modal usaha yang lebih mudah untuk meningkatkan modal belanja pulsa dan produk telekomunikasi lainnya. Dampaknya, semakin banyak usaha mikro yang terbantu, maka semakin banyak peluang ekspansi kami mendapatkan mitra Sehingga kapasitas penjualan para mitra menjadi lebih besar.

“Dengan adanya pinjaman ini, mereka (outlet) bisa mengajukan pinjaman untuk menambah modal belanja pulsa. Jadi volume pulsa yang mereka jual akan lebih besar dan secara langsung akan meningkatkan revenue Perseroan,” katanya.

Fasilitas pinjaman ini, tambah Jefri, akan diberikan kepada mitra outlet dalam bentuk top up saldo sebanyak yang mereka perlukan. Saat ini, Perseroan masih mengkaji model kerjasama ini untuk selanjutnya supaya bisa diakses oleh seluruh mitra. Total mitra yang sudah tecatat menikmati fasiliatas pinjaman ini sebanyak 6.500 mitra.

“Jumlah mitra yang menggunakan fasilitas pinjaman ini kita harapkan akan terus bertambah kedepannya,” tutupnya. kbc3

Bagikan artikel ini: