PTPN X beri pelatihan pada petani zaman now di Kediri

Selasa, 08 Mei 2018 | 14:39 WIB ET

KEDIRI, kabarbisnis.com: Guna memotivasi dan transfer knowledge kepada para petani generasi muda untuk giat berbudidaya tebu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengadakan Pelatihan Petani Milenial di Kediri Senin hingga Selasa (7-8/5/2018).

Sejumlah 60 orang petani muda binaan dari 9 pabrik gula milik PTPN X yang tersebar mulai Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Kediri dan Tulungagung bersama-sama mengikuti materi yang disampaikan oleh petugas tanaman dari PTPN X. Tak hanya itu, materi tersebut diikuti dengan praktik mekanisasi cane planter dan peragaan kompos aplikator yang bertempat di Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslit) Gula, desa Jengkol, Pare, Kediri.

Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, PTPN X selalu berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan on farm, termasuk secara aktif membina para petani di masing-masing wilayah pabrik gula melalui pelatihan milenial kali ini. Pelatihan milenial kali ini akan menumbuhkan semangat generasi penerus petani tebu yang berkualitas.

“PTPN X memiliki jumlah petani tebu sebanyak 9.000 kelompok tani. Ini merupakan potensi unggul untuk terus meningkatkan jumlah areal tanam tebu di wilayah PTPN X. Pelatihan milenial ini merupakan strategi untuk memotivasi petani muda dalam hal menanam tebu,” terang Dwi.

Selain melalui pelatihan, upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada petani adalah melalui penerapan mekanisasi sejak tahun 2011 dan hingga saat ini mengarah pada penerapan mekanisasi penuh. Penerapan mekanisasi ini bertujuan untuk membuat pekerjaan on farm lebih efektif dan efisien sehingga pertumbuhan tanaman menjadi seragam. Selain itu, adanya mekanisasi juga membuat kualitas Bahan Baku Tebu (BBT) terdongkrak, yang pada ujungnya semua upaya intensifikasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Upaya lainnya adalah melalui pelaksanakan rating varietas yang bertujuan untuk menilai keragaan dan potensi tebu dengan memberikan gambaran langsung kepada petani akan adanya varietas-varietas unggul pilihan lainnya. Ada sembilan varietas yang memiliki potensi lebih unggul daripada Bululawang yang bisa dipilih petani untuk meningkatkan pendapatan kebunnya sekaligus meningkatkan minat budidaya tebu secara lebih luas lagi. Lima varietas di antaranya adalah hasil rekayasa pemuliaan di Puslit Gula Jengkol.

Selain itu juga disediakan warung tebu sebagai kebun display varietas-varietas tebu unggulan yang dapat dipilih oleh petani, yang sedang dikembangkan di Jombang dan Kediri, disertai dengan penerbitan buku katalognya. Dengan demikian, diharapkan petani akan lebih mudah dalam memilih atau memesan bibit unggul kepada pabrik gula pembinanya, sesuai dengan rencana bulan tanam maupun tipologi lahannya. kbc6

Bagikan artikel ini: