Pelindo III kembali sukses terbitkan Obligasi Global US$500 juta

Selasa, 08 Mei 2018 | 17:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III kembali sukses menerbitkan obligasi global sebesar US$500 juta dengan tenor 5 tahun dan besaran kupon yang dipatok untuk obligasi tersebut adalah 4,5 persen yang akan jatuh tempo pada 2 Mei 2023. Keberhasilan ini tercapai di saat volatilitas kondisi pasar tinggi di minggu akhir bulan April lalu.

Kendati pasar finansial bergerak volatil, Pelindo III mampu melakukan penetrasi pasar dengan eksekusi satu hari saja. Proses ini relatif cepat dan menjadikan Pelindo III sebagai BUMN pertama yang mampu menerbitkan obligasi global tanpa roadshow. Dengan mengumumkan dan menetapkan kesepakatan pada minggu terakhir April, Pelindo III kemudian dapat mengakses pasar

Menurut CEO Pelindo III Ari Askhara, pemesanan surat utang ini mengalami kelebihan permintaan sebanyak hampir dua kali. “Kinerja perusahaan menunjukkan impresi yang meyakinkan, sehingga para investor obligasi menaruh kepercayaan yang tinggi untuk perusahaan,” katanya di Surabaya, Selasa (8/5/2018).

Data Statistik Distribusi menunjukkan, surat utang yang diterbitkan berhasil menarik minat secara global dengan total 68 akun yang berpartisipasi. Secara geografis, alokasi surat utang ini didistribusikan sebesar 71 persen ke Amerika Serikat, 14 persen ke Asia, dan 15 persen ke Eropa dengan tipe investor 75 persen adalah fund managers, 8 persen bank, dan 17 persen asuransi serta dana pensiun.

Surat utang yang diterbitkan akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange. Bertindak sebagai joint lead managers aksi korporasi itu adalah ANZ, Mandiri Securities, dan Standard Chartered Bank.

Penerbitan surat utang ini merupakan cerminan komitmen Pelindo III sebagai BUMN, bersama dengan Pemerintah Indonesia, untuk terus melakukan pembangunan di sektor pelabuhan dan infrastruktur di Indonesia.

Pelindo III selanjutnya akan mengelola dana tersebut untuk membiayai pembelanjaan modal perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp7,25 triliun. Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut juga akan melakukan refinancing utang senilai Rp4,39 triliun dan sejumlah aksi korporasi lainnya seperti rencana pembelian saham perusahaan swasta.

Alokasi belanja modal ini diperuntukkan untuk sejumlah program strategis antara lain pembangunan tahap pertama Terminal Kalibaru Barat, revitalisasi alur dan beautifikasi fasilitas Pelabuhan Benoa, dan pembangunan Terminal Cruise dan Peti Kemas di Gilimas Lombok, pembangunan flyover dan tapper Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB)-Terminal Teluk Lamong.

“Pertumbuhan arus kapal dan barang, bahkan mencapai 20 persen dan peningkatan laba bersih sebesar 35 persen di tahun 2017 dibanding tahun lalu,” ungkap Ari.

Pencapaian ini didasarkan oleh inisiatif manajemen untuk menerapkan tiga strategi besar, yaitu diversifikasi atau ekstensifikasi bisnis, transformasi budaya yang berfokus pada aspek karyawan, proses serta teknologi, dan efisiensi.kbc6

Bagikan artikel ini: