Petronas genjot produksi minyak Lapangan Bukit Tua hingga 20.000 bph

Selasa, 08 Mei 2018 | 23:13 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: Petronas berkomitmen untuk memacu produksi minyak dan gas yang berada di WK Ketapang, salah satunya di Lapangan Bukit Tua hingga 20.000 barel per hari (bph) dari saat ini yang masih sekitar 17.000 bph. Sedangkan produksi gas mencapaj sekitar 37 mmsfd atau 46 MMBTU.

Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Muria Ltd. Andiono Setiawan mengatakan bahwa kinerja Petronas di WK Ketapang mulai menampakkan hasilnya sejak Mei 2015 dengan mengalirkan minyak bumi. Saat inj, produksi minyak yang dihasilkan yakni sekitar 17 ribu pbh. Sedangkan volume gas yang dihasilkan mencapai 37 mmscfd atai 46 MMBTU.

“Prediksi puncak produksi minyak di Bukit Tua mencapai 20.000 bph. Makanya kami ingin memacunya sehingga produksi bisa mencapai puncak. Sedangkan gasnya itu hanya ikutan,” ujar Andiono Setiawan di Gresik (8/5/2018).

Menurut Andiono, gas yang diproduksikan dari Lapangan Bukit Tua yang mencapai 37 mmscfd akan dialirkan ke PT Perusahaan Listrik Negara  (PLN) untuk mendukung penyediaan listrik di Wilayah Jawa Timur (Jatim) melalui Petrogas Jatim Utama (PJU). PJU adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Ia mengatakan, lapangan minyak dan gas (migas) Bukit Tua Wilayah Kerja (WK) Ketapang yang berada di Pantai Utara Pulau Madura Jawa Timur menjadi bukti komitmen Petronas (Petroliam Nasional Berhad), perusahaan migas asal Malaysia berinvestasi di sektor hulu migas di Indonesia. WK Ketapang resmi ditandatangani sebagai kontrak PSC (Production Sharing Contract) dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada 11 Juni 1998.

Sejak menguasai WK Ketapang, setelah mengambilalih saham ConocoPhillips, pada 1 Desember 2000 hingga 25 Juli 2008, kegiatan operasi  Petronas menunjukkan kinerja yang sangat positif. Setidaknya ada lima struktur atau sumur (well) telah dibor di WK ini yaitu Bukit Tua Selatan, Jenggolo, Bukit Panjang, Payang, dan Teram.

Untuk mengalirkan produksi gas, Petronas membangun pipa dasar laut sepanjang 110 km dari fasilitas penerimaan darat atau Onshore Receiving Facilities (ORF),  dengan kapasitas 70 million standard cubic feet per day (mmsfd), yang terletak di Kawasan Industri Maspion (KIM), Kecamatan Manyar, Gresik.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), Petronas juga comply dengan aturan Tanggung Jawab Sosial (TJS) perusahaan. Petronas menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mengidentifikasi peta sosial komunitas di tiga kabupaten yang menjadi tempat beroperasinya Petronas di WK Ketapang yaitu Kabupaten Gresik, Bangkalan dan Sampang.

Program TJS yang disasar mencapai 13 kecamatan dengan 29 desa dan diperoleh data bahwa banyak pengangguran yang tidak memiliki keterampilan, putus sekolah, akses kesehatan yang minim, tidak ada akses air bersih, banjir saat musim hujan, dan dukungan nelayan yang minim.

Dengan kondisi seperti itu, Petronas merancang program yang berkelanjutan melalui program pelatihan kewirausahaan bagi anak muda yang disebut Program Ksatria sejak 2015.  Program ini juga diiringi dengan program Srikandi dalam bentuk pelatihan pemberdayaan perempuan melalui wirausaha pada tahun ini. Sementara program operasional TJS sejak 2014 adalah memberikan layanan kesehatan melalui Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Program lainnya di sektor pendidikan dengan memberikan pelatihan keterampilan lanjutan kepada para guru, memberikan bantuan buku ke perpustakaan, Program Juara Petronas dengan membayarkan uang sekolah, seragam, tas, sepatu, dan peralatan tulis kepada siswa di tiga kabupaten tersebut. Semua upaya dilakukan oleh perusahaan di WK Ketapang tersebut menunjukkan bagaimana komitmen Petronas memberi sumbangsih pada Indonesia.kbc6

Bagikan artikel ini: