Genjot valas, pemda didorong tingkatkan ekspor

Rabu, 09 Mei 2018 | 14:35 WIB ET

YOGYAKARTA, kabarbisnis.com: Peningkatan ekspor industri padat karya penting agar sumber valuta asing (valas) bertambah. Hal ini penting mengingat pengembangan ekspor terkait dengan stabilitas kurs juga suplai dan valas.

Salah satu cara meningkatkan valas dan suplai datangnya dari sektor riil. Utamanya adalah eskpor dan pariwisata.

Menurut Deputi Gubernur Senior (DGS) Mira Adityaswara lokasi industri ada di masing-masing provinsi dan kabupaten perlu sinergi antara pemerintah Pusat dengan Pemerintah daerah. Sehingga provinsi dan kabupaten harus saling mensupport dan mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana meningkatkan ekspor. Karena dengan peningkatan ekspor dan pariwisata maka sumber valuta asing bertambah.

"Maka stabilitas kurs bisa tercapai," jelas Mira pada wartawan usai acara Seminar Nasional dengan tema Pengembangan dan Pembiayaan Industri Padat Karya Berorientasi Eksporyang diselenggarakan Bank Indonesa bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, di Auditorium BI Perwakilan DIY, baru-baru ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Pokja III Satgas Percepatan Reformasi Struktural, Raden Pardede mengungkapkan untuk menggenjot ekspor dari daerah, inisiatif dan kreativitas kepala daerah sangat dibutuhkan. Apalagi dengan era desentralisasi saat ini. Sehingga tidak bisa hanya mengharapkan pemerintah Pusat.

Pemerintah daerah itu harus berinovasi dengan segala kebijakan-kebijakannya.Yang jelas, kata Raden menambahkan, yang harus mereka lakukan adalah harus memudahkan semuanya supaya daerah tersebut menjadi daerah yang sangat menarik untukdidatangi baik oleh investasi maupun para eksportir. Kuncinya dimudahkan dan seluruh hambatan harus dikurangi.

Sekarang ini, katanya, daerah memegang peranan penting. Oleh karena itu kepala daerah menjadi motor pembangunan ekonomi dan motor ekspor Indonesia ke luar negeri. Investasi dan ekspor dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. "Jadi investasi yang bernilai ekspor kemudian dikasih insentif akan memberikan dampak yang lebih besar lagi terhadap perekonomian kita," kata Raden.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI DIY Budi Hanoto mengatakan, DIY terbuka dan siap menerima investor untuk mendorong UMKM dan industri-industri yang berorientasi ekspor. Beberapa langkah strategis perlu ditempuh untuk mendorong kinerja ekspor. Antara lain menciptakan iklim berusaha yang sehat, dengan menjaga inflasi tetap rendah dan stabil, menjaga volatilitas nilai tukar, menjaga likuiditas dan peredaran rupiah, serta menjaga sistem pembayaran lancar, aman dan efisien; mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektorproduktif dan padat karya serta berorientasi ekspor; mendukung percepataninvestasi melalui keikutsertaan dalam Regional Investment Forum (RIF); dan pengembangan kluster yang memiliki potensi untuk mendorong ekspor, antara lain gula semut KSU Jatirogo dan Griya Cokelat Nglanggeran.

"Langkah-langkah tersebutjuga untuk mendorong percepatan perekonomian daerah," ujar  Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: