Diminta serap 1,62 juta ton beras, Bulog: Tergantung pasokan

Kamis, 10 Mei 2018 | 23:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memasang target kepada Perum Bulog untuk melakukan serapan beras Mei - Juni 2018 sebesar 1,62 juta ton. Mampukah Bulog  meraup pengadaan beras petani sebesar itu mengingat pada saat bersamaan akan memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran

 

Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi menuturkan Bulog  serapan Bulog sangat bergantung produksi beras petani. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog  1,14 juta ton yang terdiri dari pengadaan beras  petani sebesar 678.000 ton, sebesar 100.000 ton merupakan pembelian beras komersial.

 

Sementara untuk pengadaan stok cadangan pangan melalui  impor sebesar 412.000  ton.Sisanya sekitar 78.000 ton  beras impor diantaranya berasal Pakistan akan masuk pada bulan Mei ini. ”Ada juga yang sudah mengantri di pelabuhan dan sudah masuk di gudang Bulog. Jadi akan genap  500.000 ton,” ujar Andrianto kepada wartawan, kemarin.

 

Andrianto mengatakan stok beras sebanyak itu diyakini mampu untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan sosial rasta yang berkisar 100.000-150.000 ton per bulan. Volume penyaluran yang sama juga disiapkan Bulog  untuk kebutuhan operasi pasar. Adapun untuk kebutuhan di bulan Ramadhan dan Lebaran , Bulog memperkirakan adanya peningkatan sekitar 20%. “Kebutuhannya tidak lebih 300.000 ton (penyaluran beras red),” kata Andrianto.

 

Andrianto mengatakan serapan beras petani diseluruh divre Bulog  di lumbung beras berkisar 15.000- 17.000 ton. “Ada satu hari ,serapan beras petani mencapai 27.000,” terang Andrianto.

 

Menurutnya, pola panen padi petani tahun 2018 ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang volume panennya lebih besar .Sementara volume produksi yang dihasilkan petani disejumlah  daerah cencerung melandai dan merata. Panen dalam jumlah relatif besar masih dapat diserap Bulog seperti  di Nusa Tenggara Barat, Lampung dan Sulawesi Selatan.

 

Penerapan fleksibelitas pengadaan gabah sebesar 10 %, sambung Andrianto membantu Bulog menyerap gabah sebesar Rp 4.050 per kilogram (kg) dan beras Rp  8.030 per kg. Apabila hanya mengacu Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015, Bulog hanya diperbolehkan membeli gabah sebesar Rp 3.700 per kg dan beras Rp 7.300 per kg.

Berkaitan serapan beras petani ini, Kepala Bulog Divre Jawa Timur  Muhamad Hasyim kepada kabarbisnis.com mengatakan serapan beras petani periode Januari-Mei mencapai 210.000 ton per hari . Artinya, kontribusi Bulog Divre menopang 30%  serapan beras petani yang mencapai 678.000 ton.

Meski begitu, untuk serapan beras Bulog ke depan ,sambung  Hasyim pihaknya tetap berpatokan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Bulog yang telah dilaporkan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Untuk serapan beras Bulog Divre Jatim tahun 2018 ini  sebesar 690.000-700.000 ton. Sebagai catatan saja, secara nasional target serapan beras petani tahun 2018 ini sebesar 2,7 juta ton.

Menurut Hasyim, Bulog tidak akan berhenti menyerap beras petani, sepanjang memenuhi kualitas yang dipersyaratkan juga harga. Hasyim mengatakan serapan beras di Petani di bulan Mei ini berkisar 4.000 ton per hari. Angka serapan terbilang tertinggi dalam tiga bulan terakhir yang di bulan Februari masih dibawah 1.000 ton .”Area panen masih sedikit dan harga beras medium masih mahal,” kata Hasyim.

Hasyim menerangkan besarnya volume serapan beras sebesar 4.000 ton per hari itu berasal dari gudang-gudang milik mitra penggilingan atau lumbung beras gabungan kelompok petani. Menurut pengamatan dilapangan sudah  tidak banyak lagi terjadi panen. “Tahun –tahun lalu, Bulog Divre Jatim sempat melakukan serapan beras hingga 10.000 ton per hari. Tapi tahun ini belum terjadi,” kata dia.

 

Malah, mayoritas petani sudah mulai menanam kembali dan akan dipanen pada Juli atau Agustus yakni  Musim Kering (MK I).Otomasis, ke depannya serapan beras petani oleh Bulog akan mengalami penurunan menjadi lebih kurang 3.000 ton.”Panen di bulan Juli masih  akan berlangsung, Bulog masih berpeluang menyerap beras petani, dengan catatan harganya masih masuk (Rp 8.050 per kg red,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: