Indofood dan Pergizi Pangan geber edukasi sarapan sehat di tujuh kota

Jum'at, 11 Mei 2018 | 14:21 WIB ET
Nurulita Novi Arlaida head of corporate Public Relation PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Nurulita Novi Arlaida head of corporate Public Relation PT Indofood Sukses Makmur Tbk

SIDOARJO, kabarbisnis.com: PT Indofood Sukses Makmur Tbk bersama PERGIZI PANGAN kembali mengadakan “Pendidikan Sarapan Sehat” untuk yang keempat kalinya. Dengan mengangkat tema “Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi”, kegiatan ini menyasar 12.600 siswa Sekolah Dasar, 525 guru SD, 840 orang tua, 490 mahasiswa dan Dosen di tujuh kota di Pulau Jawa. Ketujuh kota tersebut adalah Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Sidoarjo, dan Jember. Kegiatan yang dilaksanakan di bulan April hingga Mei ini, dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Gizi Nasional dan Pekan Sarapan Nasional (PESAN). 

Menurut Naskah Akademik Pekan Sarapan Nasional, PERGIZI PANGAN Indonesia tahun 2012 menunjukkan prevalensi tidak biasa sarapan pada anak dan remaja 16,9%-59% dan pada orang dewasa 31,2%. Sementara hasil analisis data konsumsi pangan Riskesdas 2010 pada 35.000 anak usia sekolah 44.6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% kebutuhannya yang seharusnya 15-30% kebutuhan (Hardinsyah dan Aries M, 2012). Artinya, 70% atau 7 dari 10 anak usia sekolah beIum memenuhi grzr sarapan. 

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Dr Hardinsyah MS, menjelaskan, hasil evaluasi yang dilakukan di dua kota yang menjadi baseline Pendidikan Sarapan Sehat, yakni Malang dan Purwokerto, menunjukkan adanya peningkatan praktik sarapan sehat siswa SD dari 57% di tahun 2016 menjadi 73% di tahun 2017. 

Sehingga baik PERGIZI PANGAN maupun Indofood menganggap perlu untuk melanjutkan ini sebagai kontribusi bagi upaya perbaikan gizi bangsa. Tujuan Pendidikan Sarapan Sehat ini adalah untuk mengingatkan dan mendorong masyarakat terutama anak sekolah dan remaja agar menerapkan perilaku gizi seimbang dengan baik, yang salah satunya adalah membiasakan sarapan sehat yaitu kegiatan makan dan minum yang aman dan bergizi memenuhi 15-30% kebutuhan gizi sebelum beraktivitas atau sekolah, maksimal sebelum jam 9 pagi.

Nurulita Novi Arlaida head of corporate Public Relation PT Indofood Sukses Makmur Tbk menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan pendidikan sarapan sehat ini, untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para siswa, akan pentingnya sarapan sehat sebelum proses pembelajaran berlangsung.

“Dengan sarapan sehat ini, otomatis akan mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak, sehingga anak-anak akan menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Dan pada gilirannya, akan mampu meraih prestasi yang maksimal,” ujar Nurulita Novi, saat ditemui di lokasi kegiatan SD Kedungrejo, Kecamatan Waru,  Sidoarjo, Rabu (9/5/2018).

kegiatan pendidikan sarapan sehat ini, digelar di SDN Kedungrejo Kecamatan Waru, dengan melibatkan seluruh siswa mulai kelas 1 hingga kelas VI.

Kegiatan pendidikan sarapan ini meliputi 1) Pelatihan kepada dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator pendidikan sarapan sehat, 2) Pelatihan dan edukasi sarapan sehat bagi guru, 3) edukasi sarapan sehat bagi anak sekolah 4) edukasi kepada orang tua siswa. Metode penyampaiannya pun disesuaikan agar mudah dipahami dan dimengerti. seperti melalui komik Ayo Sarapan Sehat! dan Cakram Alternatif Sarapan Sehat, sebagai salah satu karya PERGIZI PANGAN Indonesia.

Setelah mengikuti Pendidikan Sarapan Sahat. mahasiswa dan dosen akan berparan sabagai fasilitator. 

Kegiatan ini menggandeng  mahasiswa dan dosen dari Program Studi Gizi dan Boga di tujuh parguruan tinggi yaitu Universitas Sahid Jakarta. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Politeknik Tasikmalaya, 

Poltekkes Cirebon, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya. dan Politeknik Negeri Jember. 

Pandidikan Sarapan Sehat yang dilaksanakan sejak tahun 2015 telah mengedukasi 48.416 siswa SD, 2.782 guru SD. 2.174 orang tua. 2.462 mahaslswa dan dosen di 31 Kota/Kabupaten dl Putau Jawa. Agar Iabih menjangkau lebih banyak kaluarga Indonesia yang sadar pentingnya sarapan yang sehat. tahun ini, kami akan mandatangi sekoiah dasar-sakolah dasar dl tujuh kota, yang belum parnah mendapatkan Pandidikan Sarapan Sehat.

“Harapan kami. upaya edukasi In! semakin manyadarkan masyarakat akan pantingnya sarapan, pantingnya gizi seimbang aahingga semakin berkurangnya anak kurang gizi atau gizi buruk dan berganti dengan generasi yang aehat dan cerdas,” tutup Indrayana. kbc2

Bagikan artikel ini: