Adopsi teknologi dari India, Molindo ubah asap limbah vinase jadi energi listrik 4,9 MW

Jum'at, 11 Mei 2018 | 21:40 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: PT Molindo Raya Industrial melakukan terobosan baru dengan memproduksi listrik dengan energi terbarukan menggunakan mesin vinase boiler. Jika sebelumnya asap pembakaran sisa produksi dibiarkan menguap, maka dengan mesin ini akan disulap menjadi energi listrik.

President Direktur PT Molindo Raya Industrial Arief Goenadibrata menjelaskan bahwa Molindo menjadi salah satu produsen ethanol Indonesia yang cukup berpengaruh. Sejak berdiri pada tahun 1965, Molindo berhasil menguasai 55 persen pasar ethanol nasional atau sekitar 80 ribu kiloliter pertahun.

Dari proses produksi yang dilakukan, ada sekitar 1,2 juta liter vinase atau limbah molases yang keluar dalam setiap harinya. Limba itu kemudian diolah menjadi pupuk organik dengan cara dibakar. Agar asap pembakaran tidak terbuang dan mengotori udara, maka Molindo membangun vinase broiler.

Vinase boiler merupakan mesin penghasil listrik dan uap atau steam yang bahan bakarnya menggunakan vinase (limbah produksi ethanol). Penggunaan vinase boiler dapat menghasilkan uap untuk proses penyulingan ethanol. Hal itu mampu mengurangi penggunaan batu bara dari pada boiler pada umumnya yang ada sekarang masihmenggunakan 100 persen batu bara.

“Vinase boiler ini mampu menghasilkan 45 ton steam atau uap dan 4,9 MW listrik. Selain untuk menyuplai kebutuhan listrik Molindo, energi listrik tersebut diharapkan dapat memperbesar kemungkinan untuk membantu perluasan jaringan listrik sampai ke daerah pelosok yang selanjutnya akan dikerjasamakan dengan pihak PLN,” ujar Arief di Lawang Malang, Jumat (11/5/2018).

Pembangunan proyek yang menelan investasi ratusan miliar ini ditarget rampung dan bisa beroperasi enam bulan kedepan atau sekitar akhir 2018. Sementara saat ini, pembangunan masih mencapai sekitar 30 persen, yaitu dalam tahap pemasangan rancang bangun. “Mesin masih dalam perjalanan pengiriman dari India. Teknologi ini kani adopsi dari India karena disana, sudah banyak perusahaan yang menggunakan mesin ini,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, terdapat beberapa produsen vinase boiler di dunia. Dalam proyek ini Molindo memilih Five Cails – KCP dari India. Vinase boiler digunakan oleh produsen ethanol di mana mereka mempunyai vinase yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler tersebut.

Pembelian dan penggunaan mesin ini menjadi salah satu komitmen Molindo sebagai industri yang ramah lingkungan. Molindo pun mengusung konsep 3E dalam pemanfaatan mesin baru tersebut yakni Efisiensi, Energi, dan Effluent.

Vinase boiler merupakan salah satu cara untuk memenuhi ketiga faktor tersebut. Efisiensi yaitu dengan memanfaatkan energi panas yang selama ini terbuang menjadi energi listrik. Energi yaitu dengan vinase boiler diperoleh listrik dan uap. Effluent yaitu memanfaatkan hasil samping (waste) produksi ethanol menjadi uap dan energi listrik.

Dengan menggunakan mesin canggih asal India itu, penggunaan batu bara menjadi lebih sedikit juga akan memperkecil abu hasil pembakaran batu bara. Teknologi vinase boiler baru berkembang sekitar 10 tahun terakhir. Dalam sekitar 7 tahun terakhir, PT Molindo Raya sudah melakukan survei terhadap teknologi ini dan juga beberapa vendor penyedia teknologi tersebut.

PT Molindo Raya Industrial berharap dengan adanya mesin vinase boiler ini maka tercapai faktor 3E, sehingga Molindo mempunyai kemampuan daya saing yang lebih di pasar. Melalui terobosan baru di bidang industri yang lebih ramah lingkungan ini, pelanggan juga akan menerima manfaat karena mendapatkan harga dan kualitas produk yang terbaik dan konsisten.kbc6

Bagikan artikel ini: