Telkomsel telah blokir 50 juta nomor prabayar

Sabtu, 12 Mei 2018 | 15:36 WIB ET

LOMBOK, kabarbisnis.com: PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengklaim telah memblokir sekitar 50 juta nomor prabayar yang belum melakukan registrasi ulang hingga batas akhir 30 April 2018 pukul 23.59.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, masa transisi registrasi nomor seluler prabayar telah berakhir. Adapun, pada akhir April, pihaknya memblokir 50 juta nomor seluler prabayar.

Kendati demikian, dari 50 juta nomor masih terdapat pelanggan yang ingin mengaktifkan kembali nomornya. Sayangnya, Ririek belum mau menyebut berapa total nomor hasil rekonsiliasi dengan pemerintah.

"Registrasi secara resmi masa transisinya sudah berakhir di 30 April.Di hari itu kita blok 50 juta lebih mungkin," ujarnya saat jumpa pers di acara Media Gathering di Lombok, Jumat (11/5/2018).

Dia menyebut promosi dengan bonus data sebesar 10 GB tak mampu mendorong konsumen untuk mendaftarkan ulang nomor seluler prabayarnya. Konsumen, tutur Ririek, lebih takut pada pemblokiran pelayanan.

Hingga kini, katanya, masih terdapat pelanggan yang ingin mengaktifkan kembali nomornya setelah pemblokiran dilakukan. Seperti diketahui, konsumen seluler prabayar harus melakukan registrasi ulang nomornya sejak akhir Oktober 2017 hingga akhir April 2018. Syarat untuk melakukan registrasi ulang yakni memasukkan data kependudukan berupa nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK).

"Ternyata hadiah 10 GB, 12 GB enggak menarik. Yang paling membuat mereka (pelanggan) mau daftar karena diblok," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: