Puji program HIPMI, Jokowi ingin seluruh pesantren punya ritel modern

Minggu, 13 Mei 2018 | 14:23 WIB ET

PASURUAN, kabarbisnis.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga  menjadi salah satu kekuatan ekonomi bangsa Indonesia karena besarnya potensi pergerakan ekonomi di pesantren.

Hal tersebut diungkapkan di depan dua ribu kyai dan tujuh ribu santri yang hadir saat meresmikan program Pesantrenpreneur dan outlet Ummat Mart atau Ummart yabg digagas oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Pondok Pesantren Bait Al Hikmah Pasuruan pada Sabtu (12/5/2018). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Pertama-tama, saya memberikan apresiasi kepada Hipmi, khususnya Hipmi Jatim karena telah memulai masuk ke pesantren dengan Ummart-nya, dengan program pesantren preneur-nya. Ini adalah program dalam rangka meningkatkan ekonomi yang dibangun dan dimulai dari pengusaha muda,” ujar Jokowi.

Ide seperti ini menurut Jokowi harus terus didukung dan dimotivasi agar jumlahnya tidak hanya sepuluh Ummart tetapi seluruh pesantren yang jumlahnya hampir 30 ribu itu ada ritel “Ummart” yang dibangun. Sehingga nantinya pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga akan menjadi kekuatan ekonomi bagi bangsa.

Sejalan dengan program itu, pemerintah juga belakangan ini meluncurkan program peningkatan ekonomi umat melalui Bank Wakaf Mikro yang beroperasi di pondok-pondok pesantren. Program yang dimaksudkan untuk membangun jiwa wirausaha di lingkungan pondok pesantren tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Hingga awal Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah menyalurkan modal usaha ke 2.784 nasabah dengan pembiayaan sebesar Rp2,45 miliar.

"Memang, awal kemarin baru (beroperasi) 20, ini sudah ditambah lagi 20. Berarti sudah 40. Dievaluasi lagi, dibenahi lagi. Nanti akan tambah lagi dengan jumlah yang lebih banyak sehingga pondok-pondok pesantren menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi bangsa ini. Harapan kita ke depan seperti itu,"

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Hipmi pusat Bahlil Lahadaliaengatakan bahwa kontribusi pesantren dalam merebut kemerdekaan sudah tidak diragukan lagi. Dan berdirinya pesantren sebagai lembaga pendidikan adalah salah satu wujud komitmen pesantren dalam mengisi kemerdekaan.

“Saat ini masih banyak pesantren yang masih konsen kepada pendidikan. Tetapi sudah ada beberapa pesantren yang telah melakukan evolusi, pesentren yang juga memberikan kosentrasi pada tumbuhnya perekonomian,” katanya.

Ketua Hipmi Jatim, Mufti Anam mengatakan bahwa jumlah pesantren di seluruh Indoenesia mencapai lebih dari 30.000 pesantren dan 5 juta santri serta puluhan juta alumnus. Dengan besarnya jumlah tersebut, maka pesantren mampu menjadi entitas kuat yang bisa menggerakkan ekonomi umat.

“Untuk itu kemudian Himpi hadir dengan program Pesantrenpreneur dan membangunan ritel Ummart. Tidak hanya satu, ada sepuluh Ummart di 10 pesantren yang diresmikan saat ini. Ini akan menjaidi contoh bagi seluruh pesantren di Indonesia,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: