Ada bom, Kadin yakin ekonomi Jatim tak akan goyah

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:17 WIB ET
La Nyalla Mahmud Mattalitti
La Nyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gonjang-ganjing teror ledakan bom di sejumlah gereja Surabaya diyakini pengusaha Jawa Timur (Jatim) tidak akan berpengaruh besar terhadap kinerja Jatim kedepan. Ekonomi Jatim akan tetap tumbuh sesuai target yang ditetapkan.

“Pengusaha tidak akan takut berimbas karena mereka pegang kontrak. Kalaupun ada imbas, itu hanya bersifat sementara karena kaget saja,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Dijelaskan, memang ada beberapa sektor yang slow down karena “kaget”, utamanya sektor ritel yang berhadapan langsung dengan konsumen. Karena masyarakat saat ini menahan untuk keluar ke tempat ramai, seperti mall dan pusat perbelanjaan lain. Tetapi itu tidak akan berlangsung lama karena Surabaya terkenal dengan keberaniannya. Jiwa patriotisme dan heroisme dalam tubuh masyarakat Surabaya masih melekat. Sehingga masyarakat tidak akan trauma terlalu lama dan ekonomi akan kembali berjalan normal.

“Kami akan terus bekerja, bahu membahu dengan pemerintah untuk tingkatkan ekonomi Jatim. Apalagi menurut pandangan kami, ekonomi Jatim ini masih bisa digenjot. Untuk itulah pada saat Rapat Pimpinan Provinsi Kadin Jatim besok, kami akan membahas berbagai hal yang berkenaan dengan strategi pengingkatan ekonomi domestik,” tambahnya.

Dijelaskannya, Rapimprov Kadin Jatim 2018 adalah amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) Kadin Jatim yang harus dilakukan. Dalam agenda tahunan besok, Kadin Jatim juga akan menekankan pentingnya kerjasama antara Kadin Jatim dengan Pemerintah Provinsi Jatim untuk bersama-sama memacu kinerja ekonomi. Untuk itu, tema yang diambil pada Rapimprov kali ini adalah “Kemitraan dunia usaha bersama pemerintah, mutlak bagi terwujudnya Jatim lebih maju” tambah Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Dedy Suhajadi  .

“Ada beberapa agenda yang akan dilakukan, diantaranya adalah panel diskusi yang menghadirkan pembicara dari Bank Jatim, Direktorat Bea Cukai, KPK, PUM Nederland, IHK Trier Jerman dan Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi,” ujarnya.

Tema tersebut menjadi penting karena sebentar lagi Jatim akan melaksanakan pesta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sehingga penegasan bahwa siapapun nanti yang menjadi Gubernur, Kadin akan tetap berkomitmen mendukung dan bermitra dengan baik.

“Kadin Jatim masih sangar konsisten untuk mendorong para Pengusaha agar lebih profesional di masa  yang  akan  datang,” tegasnya.

Hal ini dibuktikan  dalam  bentuk kerjasama Kadin Jawa Timur dengan lembaga/instansi-instansi pada Rapimprov Kadin 2018 dengan Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi (KAD), Komite Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK), PUM Nederland, IHK Jerman, Perbankan dalam dan luar negeri dan Kantor Wilayah Bea Cukai.kbc6

Bagikan artikel ini: