Jangan sampai dana desa kembali lagi ke Jakarta

Senin, 14 Mei 2018 | 15:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan, Dana Desa yang tahun 2018 ini dianggarkan sebesar Rp60 triliun, dan sejak 2015 lalu keseluruhannya mencapai Rp187 triliun didorong untuk masuk ke desa, supaya perputaran uang ada di desa, di lingkup kecamatan atau maksimal di lingkup kabupaten.

“Yang dulu-dulu itu, uang itu kalau sudah sampai daerah kesedot lagi ke Jakarta. Inilah yang kita harapkan agar uang itu Rp187 triliun dan tahun depan insyaallah akan kita tingkatkan lagi, benar-benar jangan sampai tersedot lagi masuk ke Jakarta,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah Tahun 2018, diHall D-2, JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/5) pagi.

Oleh sebab itu, Presiden menitipkan jangan sampai Dana Desa Rp187 triliun itu kembali lagi ke Jakarta.

Bagaimana caranya? Menurut Presiden, dalam setiap program, setiap proyek, misalnya membuat jalan desa, membuat embung desa, membuat irigasi desa, misalnya membutuhkan pasir, belinya dari lokal, dari desa itu. Kalau enggak ada ke lingkup kecamatan, belinya di situ.

Ada perlu batu, lanjut Presiden, carikan juga dilingkungan desa itu, dari lingkungan kecamatan itu. Sehingga uangnya biar beredar ke situ terus muter, muter, muter.

“Beli semen juga di desa, di kecamatan juga ada toko semen, ada ndak? Beli di situ biar uangnya muternya di toko-toko itu,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga menekankan, karena dalam bekerja itu ada ada pekerja, agar menggunakan 100 persen pekerja dari desa itu, dari desa-desa yang ada proyek itu 100 persen.

“Sehingga yang kita bayar, uangnya juga beredar ke orang-orang di desa kita. Bayar ke Pak A, Pak B, Pak C, Pak D, Pak E semuanya uangnya dipegang oleh ini, semuanya kita harapkan begitu,” tutur Presiden.

Kalau itu terjadi, Rp187 triliun itu muternya hanya di desa-desa terus, menurut Kepala Negara, pertumbuhan ekonomi desa dipastikan akan naik, konsumsi masyarakat di desa itu pasti juga akan naik.

“Jangan sampai bangun jalan beli batu, batunya perginke kota belinya. Nah, yang dapet yang di kota. Nah teori ekonomi ini kita harus ngerti,” tutur Presiden Jokowi. kbc9

Bagikan artikel ini: