Sentimen negatif bom Surabaya dipresiksi hanya sementara

Senin, 14 Mei 2018 | 18:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Market Research Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menyebut, sentimen negatif yang ditimbulkan akibat adanya ledakan bom di Surabaya dalam dua hari terakhir, hanyalah bersifat sementara. Investor pun diimbau tetap tenang dan tidak panik.

Menurutnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini dalam titik jenuh setelah menguji level tertinggi 6,693 beberapa waktu lalu. Lucky mengakui momentum bom Surabaya dapat menjadi sentimen yang dapat mempengaruhi kinerja pasar dengan skala rendah. Hal itu terjadi karena sebelumnya telah terdapat sentimen negatif, antara lain harga minyak dunia yang telah berada pada harga 70 US$/barel (11 Mei 2018), Dolar AS terhadap rupiah pada akhir pekan, Jumat 11 Mei 2018, telah menguji

level tertinggi di angka Rp 14,070, serta angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama 2018 berada di bawah ekspektasi, yakni 5,06%.

"Untuk itu, sentimen terhadap tragedi bom Surabaya pada hari minggu 13

Mei 2017, tidak dapat sepenuhnya mempengaruhi kinerja IHSG , dimana

momentum pelemahan IHSG sebelumnya telah dialami dari level tertinggi sepanjang sejarah 6,693, dan akhirnya melemah pada angka penutupan 5,956.83 pada 11 Mei 2018 lalu," ujar Lucky di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Atas dasar itu, Lucky berpendapat trend pelemahan IHSG yang terjadi saat ini, lebih disebabkan sentimen-sentimen negatif yang sebelumnya telah ada, seperti disebutnya di atas tadi. Di satu sisi, sentimen negatif yang berasal dari faktor eksternal juga memiliki andil tersendiri terhadap pelemahan IHSG .

Maka itu, ia pun meminta agar seluruh pihak agar berusaha menenangkan pasar dengan tidak memberikan pernyataan yang bisa dicerna berbeda oleh pelaku pasar, sehingga sentimen negatif global tidak kemudian diperparah dengan kondisi pasar domestik yang tidak stabil.

Menurut Lucky kondisi pelemahan memberikan keterangan bahwa koreksi

yang dialami oleh IHSG merupakan koreksi yang wajar. Karena pasar memberikan perhatian yang rasional pada kondisi lintas pasar dalam upaya penemuan harga (price discovery) yang mengalami pergerakan menguat dan akhirnya menekan kinerja IHSG.

"Dan terbentuknya kinerja pasar yang sejalan dengan arah likuiditas tinggi lintas pasar, diharapkan mampu mendorong kinerja IHSG dari teritori terendah pada kisaran 5,575 untuk kembali menguat dengan target yang telah diuji sebelumnya pada angka 6,125 dalam jangka pendek hingga jangka menengah," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: