Resmikan awal giling PG Gempolkrep, Menteri Rini ingin rendemen capai 9 persen

Selasa, 15 Mei 2018 | 07:15 WIB ET

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: Menteri BUMN Rini Sumarno bersama Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara X atau PTPN X meresmikan awal giling 2018 di PG Gempolkrep. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini berharappada musim giling kali ini rendemen di PG yang terletak di Mojokerto itu akan mencapai 9 persen.

“Tahun ini curah hujan lebih tinggi, jadi produksi diprediksi lebih baik. Seperti di Gempolkrep, tahun lalu rendemen masih sekitar 8,15 persen, tahun ini saya harap bisa menjadi 9 persen,” tegas Rini usai meresmikan giling perdana PG Gempolkrep di Mojokerto, Senin (14/5/20180).

Mendengar penuturan Rini, Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo merasa tertantang dan akan berusaha mewujudkannya, walaupun itu harus dengan kerja keras. Di tahun ini pula, pabrik gula pertama yang terintegrasi dengan industri bioetanol (PT Energi Agro Nusantara) ini akan meningkatkan kapasitas gilingnya yang semula 6.500 Ton Cane per Day (TCD) menjadi 7.200 TCD. Dan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan, PG Gempolkrep mendapat dukungan penuh dari petani karena 99 persen tabu yang masuk adalah dari petani.

Selain melakukan intensifikasi, perluasan lahan juga dilakukan. Sebelumnya,luas lahan tebu di PG Gempolkrep mencapai 13.000 hektar. Pada tahun ini dilakukan perluasan lahan sekitar 1.500 hektar dan akan ditambah lagi sekitar 1000 hektar hasil kerjasama dengan perhutani. Hingga empat tahun kedepan, perluasan lahan ditargetkan mencapai 5.661 hektar yang terletak di wilayah Mojokerto, Jombang, Lamongan, Bojonegoro dan Gresik. Dan pada tahun target produksi PG Gempolkrep mencapai 87.503 ton Gula Kristal Putih dengan tebu digiling sebanyak 1.082.200 ton. Target ini meningkat sebesar 23 persen dibanding realisasi 2017.

“Mekanisasi PTPN X juga terus dikembangkan penggunaannya guna meningkatkan produktivitas tebu. Secara tidak langsung, mekanisasi juga memberikan dampak bagi kesejahteraan petani tebu,” terang Dwi Satriyo. Mekanisasi telah dilakukan oleh PTPN X sejak tahun 2011 dan terus dikembangkan hingga mekanisasi penuh dapat diterapkan di sisi pengelolaan on farm. Saat ini, alat mekanisasi yang ada di PG Gempolkrep adalah chopped harvester dengan kapasitas 100 ton per hari dan grab loader dengan kapasitas 80 ton per hari. Kedua alat ini membuat proses tebang, muat, dan angkut tebu menjadi lebih efektif dan efisien.

Sebagai perwujudan dari BUMN Hadir Untuk Negeri, PTPN X tak hanya berfokus pada pengelolaan on farm saja, namun juga senantiasa meningkatkan pelayanan kepada petani di semua pabrik gulanya, termasuk PG Gempolkrep. Pelayanan kepada petani yang telah dilakukan yaitu PTPN X sebagai avalis kredit kepada petani, pemberian bantuan bibit dan pupuk organik, bantuan kawalan budidaya, hingga bantuan perbaikan saluran irigasi.

Tahun 2018 ini, PG Gempolkrep akan menggelontorkan dana sinergi BUMN sebesar Rp 179 Miliar untuk bantuan kredit kepada petani. “Tahun 2018, PG Gempolkrep akan memberikan dana sinergi BUMN sebesar Rp 179 M yang akan disalurkan untuk petani tebu di wilayah pabrik,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: