Ada 1.900 SPBU tak jual Premium di Jawa, Madura dan Bali

Selasa, 15 Mei 2018 | 16:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat saat ini ada 1.900 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sudah tidak lagi menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Angka tersebut meningkat dari sebelumnya 800 SPBU.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, dari sekitar 3.900 SPBU yang bermitra dengan PT Pertamina (Persero) di Jamali, saat ini ada 1.900 yang sudah tidak menjual Premium.

"Data di kami 3.900an jumlah SPBU di Jamali, sekitar 1.900 itu sudah tidak jual Premium sekarang," kata Fanshurullah, saat menghadiri peringatan ulang tahun BPH Migas, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Meningkatnya jumlah SPBU yang tidak menjual Premium disebabkan antara lain migrasi konsumsi dari Premium ke Pertalite. Masyarakat lebih memilih Pertalite ketimbang Premium ketika beda harga kedua BBM tersebut sangat tipis sehingga SPBU memanfaatkan momen tersebut dengan tidak menjual Premium.

"Itu mungkin digantilah dari menjual Premium menjadi Pertalite. Data kami dari 800 sekarang naik jadi 1.900, dua kali lipat," tuturnya.

Menurut Fanshurullah, BPH Migas akan mendorong 1.900 SPBU menjual Premium kembali, seiring dengan penyelesaian revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun Tahun 2014 tentang penyaluran BBM. Dalam waktu dekat, BPH Migas akan memanggil Direksi Pertamina untuk mempersiapkan penyaluran Premium.

"Kami dikasih amanah mengawal ini walau belum terjadi nunggu Perpresnya dan permenya harus diantisipasi. Rabu besok saya minta dirutnya datang," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: