Layani permintaan ekspor, Trias tambah mesin metallizer berkapasitas 7.500 ton/tahun

Jum'at, 18 Mei 2018 | 09:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Trias Sentosa Tbk terus menggenjot produk-produk bernilai lebih (value added), seiring dengan besarnya potensi di pasar. Kali ini, emiten industri plastik kemasan dan film itu memastikan untuk menambah tiga mesin pelapis metallizer berkapasitas total 7.500 ton/tahun untuk mengantisipasi peningkatan permintaan terutama perluasan pasar ekspor.

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, saat ini perseroan sudah memiliki 8 mesin dengan total kapasitas 20.000 ton/tahun dengan tingkat utilitas pabriknya sudah mencapai 85%.

"Kalau utility sudah mencapai 80% an, sehingga sudah saatnya kita menambah kapasitas untuk mengantisipasi demand dari dalam negeri yang memang masih besar potensinya, juga untuk ekspor dengan sasaran ke Jepang," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan di Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Keiga mesin baru dengan investasi Rp150 miliar itu, lanjut Sugeng, saat ini sudah mulai didatangkan. Satu mesin dalam proses pemasangan, dan 2 mesin lainnya akan datang tahun ini juga dan diperkirakan bisa beroperasi pada kuartal III atau IV tahun 2018.

Menurut Sugeng, perseroan konsisten memproduksi produk dengan value added tinggi dan menerapkan langkah-langkah efisiensi sehingga dapat bersaing dengan perusahaan sejenis di dalam dan luar negeri.

Mesin metalizer merupakan fasilitas produksi utama plastik PET PET (Polyethylene Terephthalat). Plastik PET merupakan jenis plastik yang digunakan untuk pembungkus bahan makanan, sehingga Trias menjual seluruh produksinya pada sektr industri.

Sugeng mengatakan, selama ini bahan baku plastik OPP (Oriented Polystyrene) Trias merupakan 100% produk impor. Sedangkan bahan baku plastik PET sebanyak 80% diperoleh dari dalam negeri dan sisanya impor.

"Di saat kondisi nilai tukar dolar seperti sekarang ini, otomatis harga bahan baku impor juga naik, ditambah lagi harga minyak bumi dan upah pekerja juga naik. Akhirnya pun juga menaikkan harga jual, itu sudah terjadi sejak awal tahun," katanya.

Sugeng menambahkan, sebagai bagian dari upaya pengembangan pasar di Jepang, Trias menggandeng perusahaan Jepang Toyobo Co.Ltd yakni dengan membentuk 2 perusahaan joint venture di antaranya adalah PT Trias Toyobo Astria dam PT Toyobo Trias Ecosyar.

"Agustus tahun lalu kerja sama ini sudah ditandatangani dan targetnya kedua perusahaan ini beroperasi pada 2019," imbuhnya.

Sekadar diketahui, pada 2017 lalu, Trias mencatatkan penjualan Rp2,3 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan 2016. Sedangkan laba tahun berjalan perseroan pada 2017 mengalami peningkatan sebesar 13% menjadi Rp38,19 miliar.

Sementara sepanjang kuartal I tahun 2018, perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 669 miliar atau naik 6,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba tahun berjalan yang berhasil dibukukan perseroan pada kuartal I tahun 2018 mencapai Rp 12,2 miliar atau melonjak 58,8% dibanding kuartal I tahun 2017.

Seiring dengan upaya perseroan melakukan investasi mesin tahun ini, Trias Sentosa menargetkan peningkatan penjualan tahun ini bisa mencapai antara 7%-18%.

Sugeng menambahkan, industri PET film pada tahun ini masih dihadapkan pada tantangan perekonomian global yang masih mengintai, diantaranya harga minyak dunia yang terus meningkat serta fluktuasi kurs dolar AS.

Trias Sentosa merupakan pemain terbesar plastik PET film nasional dengan pangsa pasar di kisaran 20%. Menurut Sugeng, penguasaan pasar tersebut dikarenakan perseroan memiliki mesin converting facilities yang paling lengkap di antara produsen lainnya. kbc7

Bagikan artikel ini: